LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Alasan Tidak Boleh Melihat Gerhana Matahari secara Langsung, Sebabkan Retina Terbakar

Dengan begitu, penting bagi Anda untuk memahami penjelasan tentang alasan tidak boleh melihat gerhana matahari secara langsung. Selain itu, Anda juga perlu mengetahui gejala apa saja yang mungkin muncul ketika seseorang mengalami kebutaan setelah melihat cahaya gerhana matahari.

2023-04-20 13:59:00
Jateng
Advertisement

Seperti diketahui, gerhana matahari merupakan salah satu fenomena alam langka yang menakjubkan. Fenomena ini terjadi ketika bulan berada di antara matahari dan bumi, sehingga menyebabkan bayangan bulan jatuh di atas bumi dan menghalangi cahaya matahari mencapai bumi selama beberapa saat.

Biasanya, gerhana matahari terjadi hanya pada saat bulan baru, ketika matahari, bulan, dan bumi sejajar dalam satu garis lurus. Selama gerhana matahari, cahaya matahari yang umumnya tampak pada siang hari akan gelap karena tertutup oleh bayangan bulan. Tentu, ini menjadi pemandangan yang unik dan menarik untuk dilihat.

Namun, perlu dipahami bahwa penampakan gerhana matahari tidak boleh dilihat dengan mata telanjang. Dalam hal ini, alasan tidak boleh melihat gerhana matahari secara langsung karena dapat menyebabkan kebutaan. Bukan hanya itu, melihat gerhana matahari secara langsung juga berisiko membuat retina mata terbakar.

Advertisement

Dengan begitu, penting bagi Anda untuk memahami penjelasan tentang alasan tidak boleh melihat gerhana matahari secara langsung. Selain itu, Anda juga perlu mengetahui gejala apa saja yang mungkin muncul ketika seseorang mengalami kebutaan setelah melihat cahaya gerhana matahari.

Dilansir dari Sciencing, berikut kami merangkum alasan tidak boleh melihat gerhana matahari secara langsung dan penjelasan lainnya, perlu Anda simak.

Advertisement

Bahaya Sinar Matahari

Sebelum mengetahui alasan tidak boleh melihat gerhana matahari secara langsung, perlu dipahami terlebih dahulu bahaya dari sinar matahari. Matahari pada dasarnya adalah ledakan termonuklir yang sangat besar dan terus menerus, yang menghasilkan radiasi intens melintasi spektrum dari sinar inframerah ke sinar ultraviolet dan seterusnya.

Cahaya inframerah diserap oleh banyak bahan dan mudah diubah menjadi panas, sedangkan sinar ultraviolet adalah sumber sengatan matahari. Sakit kepala dan distorsi penglihatan sementara hanyalah efek paling ringan dari paparan sinar matahari yang cerah. Lebih parah, dikatakan bahwa radiasi ultraviolet dapat menyebabkan sejumlah gangguan mata, termasuk degenerasi makula, retinitis matahari, dan distrofi kornea.

Selain itu, efeknya bersifat kumulatif, sehingga melihat matahari dua kali mengakibatkan kerusakan dua kali lipat dibandingkan dengan melihatnya sekali, meskipun dilihat pada hari yang berbeda.

Bahaya Melihat Gerhana Matahari dan Gejala Kebutaan

Setelah mengetahui bahaya dari sinar matahari, berikutnya akan dijelaskan alasan tidak boleh melihat gerhana matahari secara langsung dan gejala kebutaannya. Secara umum, banyak orang penasaran terhadap penampakan fenomena gerhana matahari yang langka dan menarik.

Rasa penasaran ini yang sering kali membuat orang ingin melihat seperti apa gerhana matahari yang terjadi secara langsung. Namun, perlu dipahami bahwa melihat gerhana matahari dengan mata telanjang, dapat menyebabkan efek buruk pada mata.

Cahaya gelap yang muncul saat gerhana matahari terjadi memang kerap membuat orang mengesampingkan refleks untuk menyipitkan mata. Namun, Anda perlu tahu bahwa meskipun cahaya gelap muncul, tetapi jumlah cahaya matahari yang mengenai retina sangat intens dan dapat membuat retina terbakar.

Karena intensitasnya, melihat sepotong kecil matahari saja bisa berbahaya. Di mana, lensa mata memfokuskan dan memusatkan sinar matahari pada retina, menghanguskannya sehingga mengakibatkan kondisi retinopati matahari. Karena retina tidak memiliki reseptor rasa sakit, maka Anda tidak akan menyadari kerusakannya sampai benar-benar parah.

Untuk alasan yang sama, jangan menonton gerhana melalui teleskop, teropong, atau lensa fotografi tanpa filter. Jika tidak, aktivitas melihta gerhana matahari tanpa perantara filter yang tepat dapat menyebabkan kebutaan.

Berikut adalah beberapa gejala kebutaan yang terjadi ketika melihat gerhana matahari langsung:

  • Mengurangi ketajaman visual
  • Skotomas sentral (titik buta),
  • Chromatopsia (gangguan atau pewarnaan penglihatan warna),
  • Metamorphosia (gangguan atau distorsi persepsi bentuk), dan
  • Fotofobia (sensitivitas cahaya)

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, pergilah ke dokter mata untuk pemeriksaan dan pengobatan.

Kacamata Gerhana Matahari

Setelah mengetahui alasan tidak boleh melihat gerhana matahari secara langsung dan gejala kebutaannya, maka Anda bisa melihat gerhana matahari menggunakan kacamata khusus. Jika Anda ingin menyaksikan gerhana matahari, gunakan pelindung mata yang menyaring spektrum dari inframerah hingga ultraviolet. Kacamata hitam konvensional, kaca asap atau kaca berwarna tidak memberikan tingkat perlindungan ini.

Anda dapat menggunakan kacamata tukang las Shade 12 atau lebih tinggi. Lebih baik lagi, gunakan kacamata gerhana matahari yang dibuat khusus untuk melihat matahari. Dalam hal ini, Anda perlu memastikan bahwa kacamata yang digunakan sudah memenuhi standar keamanan internasional ISO 12312-2, “Filter untuk Pengamatan Langsung Matahari”.

Pastikan pula lensa kacamata gerhana matahari Anda tidak robek, tergores, atau tertusuk. Jika lensa rusak atau terlepas dari bingkainya, buang kacamatanya. Selain itu, jangan melihat matahari melalui teleskop tanpa filter, teropong, atau lensa fotografi, karena optiknya yang lebih besar mengumpulkan dan memusatkan lebih banyak cahaya daripada lensa mata.

(mdk/ayi)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.