Sempat Keluar Kota, Ini Riwayat Perjalanan Adik Bupati yang Meninggal karena Covid-19
Setelah meninggalnya adik Bupati Cilacap Helmi Bustomi, tim Satgas COVID-19 bersama Dinas Kesehatan Cilacap langsung melakukan tracing. Sembari melakukan hal itu, mereka juga melacak riwayat perjalanan sang anggota DPRD.
Pada Sabtu (17/10), adik Bupati Cilacap yang juga anggota DPRD Cilacap, Helmi Bustomi, meninggal karena COVID-19. Kepergiannya menimbulkan duka mendalam, khususnya bagi Bupati Cilacap Tatto Suwarto.
Setelah meninggalnya Helmi, tim Satgas COVID-19 bersama Dinas Kesehatan Cilacap langsung melakukan tracing. Sembari melakukan hal itu, mereka juga melacak riwayat perjalanan sang anggota DPRD.
Usut punya usut, ternyata Helmi dan anggota DPRD lainnya sempat melakukan perjalanan ke luar kota untuk urusan dinas. Lalu ke mana sana dia bersama para anggota DPRD lainnya bepergian dan di mana tempat ia diduga tertular COVID-19? Berikut selengkapnya:
Riwayat Perjalanan Helmi
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Pramesti Griana Dewi, Helmi dan rombongan sempat pergi ke luar kota untuk urusan dinas. Dia menduga mereka sempat melakukan perjalanan ke Semarang.
©2020 Merdeka.com
Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Cilacap, M. Wijaya, diduga Helmi tidak tertular di Semarang. Melainkan di Majenang, salah satu kecamatan di Cilacap yang lagi maraknya klaster Pondok Pesantren. Ia menegaskan bahwa semua itu baru kemungkinan.
Lakukan Tracing
Atas meninggalnya Helmi, Dinas Kesehatan Cilacap langsung melakukan pelacakan atau tracing kepada orang-orang yang diduga pernah kontak erat dengan anggota DPRD itu. Hingga Selasa (22/10), tercatat sudah 22 orang di-swab.
©2020 Merdeka.com/shutterstock
Menurut Dewi, angka itu masih bisa bertambah. Hal itu dikarenakan kegiatan Helmi cukup padat dan berinteraksi dengan banyak orang. Untuk sementara waktu, orang yang telah di-swab diminta untuk isolasi mandiri sembari menunggu hasil tes yang menyatakan positif atau negatif.
Bupati Cilacap Lakukan Tes Swab
Di antara orang yang berkontak erat dengan Helmi, adalah Bupati Cilacap, Tatto Suwarto yang tak lain adalah kakak almarhum. Berdasarkan hasil tes yang keluar, Tatto beserta istri dinyatakan negatif COVID-19.
Dewi mengatakan keduanya dites swab bukan karena bagian dari kontak erat hasil tracing pasien yang meninggal dunia. Sebagai langkah antisipasi karena kegiatan mereka padat dan berinteraksi dengan banyak orang.
Perkembangan Klaster Pondok Pesantren di Cilacap
Terkait klaster pesantren yang merajarela di Cilacap, Dewi mengatakan sebagian besar santri yang menjalani karantina dinyatakan sembuh karena mereka tidak mengalami gejala selama karantina itu.
©2020 liputan6.com
Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 413 Tahun 2020 yang menyatakan pasien positif yang tidak mengalami gejala tak perlu melakukan swab ulang untuk mengetahui kondisinya. Namu, dokter penanggung jawab melakukan observasi dan evaluasi berdasarkan kondisi terakhir santri hingga bisa dinyatakan sembuh.