Adab Berdoa agar Terkabul Menurut Ajaran Islam, Perlu Diketahui
Adab berdoa agar terkabul menurut Islam ini mencakup beberapa sikap baik yang dapat menunjukkan kesungguhan dari umat Muslim atas doa yang dilakukan. Dalam hal ini, tentu Allah menyukai hambanya yang bersikap baik dan bersungguh-sungguh dalam berdoa.
Bagi setiap umat beragama, doa merupakan salah satu kebiasaan yang selalu dilakukan. Memanjatkan doa kepada Tuhan, tentu menjadi cara untuk menunjukkan keimanan dan kepercayaannya pada Sang Pencipta. Bukan hanya itu, berdoa juga biasanya dilakukan untuk memohon kebaikan dan berbagai kemudahan dalam kehidupan hanya kepada Tuhan.
Termasuk bagi umat Muslim, kewajiban berdoa biasanya dilakukan setiap 5 waktu dalam sehari. Dengan menunaikan sholat 5 waktu mulai dari subuh, waktu siang hari, sore, petang, hingga malam hari, umat Muslim bersimpuh menyembah dan memanjatkan doa hanya kepada Allah SWT. Dengan berdoa, setiap umat Muslim dapat memohon pertolongan Allah untuk kebaikan dan manfaat kehidupan.
Baca juga: Doa Meluluhkan Hati Seseorang Yang Kita Cintai Serta Terjemahannya Untuk Dilafalkan Setiap Hari
Dalam berdoa, ajaran Islam mempunyai beberapa adab yang bisa dilakukan agar doa yang dipanjatkan dikabulkan oleh Allah SWT. Adab berdoa agar terkabul menurut Islam ini mencakup beberapa sikap baik yang dapat menunjukkan kesungguhan dari umat Muslim atas doa yang dilakukan. Dalam hal ini, tentu Allah menyukai hambanya yang bersikap baik dan bersungguh-sungguh dalam berdoa.
Selain memperhatikan beberapa adab berdoa agar terkabul, ada beberapa faktor lain yang menjadi penyebab terhalangnya suatu doa. Dengan begitu, beberapa hal tersebut sudah sepatutnya dihindari agar doa yang dipanjatkan kepada Allah lebih mudah terkabul.
Melansir dari NU Online, berikut kami merangkum beberapa adab berdoa agar terkabul menurut ajaran Islam dan berbagai informasi penting lainnya perlu Anda simak.
Adab Berdoa agar Terkabul
©2020 Merdeka.com
Seperti dikatakan, dalam ajaran Islam terdapat beberapa adab berdoa agar terkabul yang perlu diperhatikan. Beberapa adab ini dapat berupa waktu-waktu tertentu yang diyakini menjadi waktu terbaik dalam memanjatkan doa kepada Allah.
Bukan hanya itu, adab berdoa agar terkabul juga meliputi berbagai sikap baik yang bisa mendatangkan ridho dari Allah. Berikut beberapa adab berdoa agar terkabul menurut ajaran Islam yang perlu Anda ketahui:
- Menantikan waktu-waktu mulia yang diyakini dapat memudahkan terkabulnya doa, seperti doa pada waktu Arafah, doa bulan Ramadan, doa di hari Jumat, doa di sepertiga malam terakhir, doa waktu sahur.
- Memanfaatkan waktu istimewa untuk berdoa, seperti ketika sujud, saat dua pasukan berhadap-hadapan siap untuk bertempur, saat turun hujan, saat iqomah shalat dan setelah dikumandangkan.
- Doa menghadap kiblat dengan mengangkat kedua tangan dan mengusap wajah dengan kedua tangan setelah selesai berdoa.
- Mengatur volume suara agar tidak terlalu keras saat berdoa dan tidak terlalu lirih.
- Hindari kalimat bersajak dalam doa karena bisa jadi justru melewati batas atau berlebihan dalam berdoa.
- Berdoa dengan sikap tunduk, penuh kekhusyukan, dan ketakutan kepada Allah.
- Mempunyai hati yang yakin saat berdoa, bahwa doa yang dipanjatkan akan dikabulkan oleh Allah, namun tetap menaruh harapan besar pada doa tersebut.
- Berdoa secara terus menerus dan tidak mudah menyerah ketika belum dikabulkan.
- Membuka doa dengan lafal dzikir. Sangat di;anjutkan untuk membuka doa dengan pujian dan sholawat, begitu pula saat mengakhirinya.
Tata Cara Berdoa agar Terkabul
©2020 Merdeka.com
Selain beberapa adab berdoa agar terkabul tersebut, Islam juga mempunyai beberapa tata cara berdoa yang baik agar doa lebih mudah terkabul. Beberapa cara berdoa ini juga meliputi berbagai sikap baik yang dianjurkan untuk menunjukkan diri yang bersih dan bersungguh-sungguh di hadapan Allah.
Dengan begitu, Allah menyukai hambanya yang bersungguh-sungguh dan akan mengijabah doa yang dipanjatkan. Berikut beberapa tata cara berdoa agar terkabul menurut Islam:
- Memakan makanan yang halal.
- Meyakini doanya akan diijabah oleh Allah.
- Menjaga hati agar tidak lalai dalam berdoa.
- Tidak meminta sesuatu yang mengandung dosa.
- Tidak meminta sesuatu yang memutuskan silaturahim,
- Tidak meminta sesuatu yang menyia-nyiakan hak umat Islam.
- Tidak meminta sesuatu yang mustahil secara umum.
- Tobat dan mengakui dosa terlebih dahulu sebelum berdoa.
- Berdoa dengan hati yang ikhlas,
- Membuka dengan tahmid dan sholawat Nabi, mengakhiri juga dengan sholawat Nabi.
- Dianjurkan pula untuk membaca sholawat Nabi di tengah doa.
Faktor Penghalang Terkabulnya Doa
©2020 Merdeka.com
Setelah mengetahui beberapa adab berdoa agar terkabul, perlu diketahui pula bahwa terdapat beberapa faktor yang menjadi penghalang terkabulnya doa. Beberapa hal ini sudah sepatutnya dihindari oleh umat Muslim, sehingga saat berdoa dapat menunjukkan diri yang baik dan bersungguh-sungguh di hadapan Allah. Berikut beberapa faktor penghalang terkabulnya doa yang perlu Anda ketahui.
- Makan, minum, dan mengenakan pakaian yang haram. Dalam hal ini, Al Quran telah menjelaskan bahwa umat muslim diperintahkan untuk makan makanan dan minum minuman yang baik serta mengerjakan amal saleh. Dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang baik maka tubuh dalam keadaan suci dan jauh dari haram, sehingga baik pula dalam berdoa di hadapan Allah. Selain itu, umat muslim juga perlu mengenakan pakaian yang rapi dan bersih saat berdoa agar terhindar dari perkara haram.
- Tergesa-gesa dalam berdoa. Berdasarkan hadist riwayat, Rasulullah bersabda, “Doa salah seorang kalian dikabulkan selama ia tak tergesa-gesa dalam doanya. Sehingga ia mengeluh, ‘Aku sudah berdoa, namun doaku tak dikabulkan.” Demikian yang diriwayatkan oleh Muslim.
- Banyak kewajiban Allah yang diabaikan dan banyak melakukan kemaksiatan. Hal ini pun dijelaskan dalam sebuah riwayat hadist, “Demi Dzat yang menggenggam jiwaku, perintahlah yang makruf oleh kalian dan cegahlah yang munkar, atau Allah nyaris menurunkan siksaan kepada kalian karenanya (tidak amar makruf dan tidak nahi munkar), sehingga kalian berdoa tidak dikabulkan,” (HR At-Tirmidzi).