9 Fakta Serangan Jantung, Penyakit yang Sebabkan Ashraf Sinclair Meninggal Dunia
Meski seseorang tidak bisa memprediksi secara pasti akan terkena serangan jantung, namun beberapa hal bisa dilakukan untuk mengurangi resikonya. Beberapa di antaranya yaitu dengan melakukan tes rutin, memulai pengobatan apabila dibutuhkan dan membiasakan diri hidup sehat dan teratur.
Serangan jantung merupakan salah satu jenis dari berbagai macam komplikasi penyakit kardiovaskular (CVD). Faktor-faktor seperti kebiasaan makanan, gaya hidup, dan genetika dapat berkontribusi untuk kesehatan jantung seseorang.
Kabar duka menyelimuti jagat hiburan Indonesia, sebab bintang sinetron Ashraf Sinclair sekaligus suami Bunga Citra Lestari (BCL), meninggal akibat serangan jantung, Selasa (18/2). Kabar ini cukup mengejutkan, karena sebelumnya Ashraf terlihat baik-baik saja.
Seseorang memang tidak bisa memprediksi secara pasti akan terkena serangan jantung, namun beberapa hal bisa dilakukan untuk mengurangi resikonya. Beberapa di antaranya yaitu dengan melakukan tes rutin, memulai pengobatan apabila dibutuhkan dan membiasakan diri hidup sehat dan teratur.
Berikut 9 fakta tentang serangan jantung yang wajib anda ketahui:
PJK Penyebab Utama Serangan Jantung
www.canadianliving.com
Serangan jantung, juga disebut dengan infark miokard, terjadi saat bagian dari otot jantung tidak mendapat suplai darah yang cukup. Semakin lama waktu yang berlalu tanpa segera ditangani untuk melancarkan aliran darah, semakin besar kerusakan pada otot jantung.
Penyakit jantung coroner (PJK) adalah penyebab utama serangan jantung. Beberapa penyebab lainnya yang umum yaitu kejang parah atau kontraksi mendadak, dari arteri koroner yang menyebabkan aliran darah ke otot jantung berhenti.
Penyakit yang Sering Terjadi di Dunia
iStock
Serangan jantung merupakan salah satu jenis penyakit jantung yang sering terjadi. Hal ini dapat menyebabkan tekanan pada dada, sesak napas, berkeringat, dan mungkin kematian mendadak.
Penyakit Penyebab Kematian No.1 di Indonesia
2016 Merdeka.com
Kementerian Kesehatan dalam hasil riset yang diterbitkannya, yaitu Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 melaporkan bahwa 1,5% atau 15 dari 1.000 penduduk Indonesia menderita penyakit jantung koroner. Sehingga hal ini menyebabkan serangan jantung dan juga kematian.
Gejala Serangan Jantung
iStock
Sebagian besar serangan jantung menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri di bagian tengah atau kiri dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit kemudian hilang dan kembali lagi.
Tubuh juga akan merespon dengan munculnya rasa lemah, pusing, dan bisa sampai pingsan. Beberapa juga bisa berkeringat dingin.
Timbul rasa sakit atau tidak nyaman pada rahang, leher, atau pun punggung. Kemudian seseorang juga bisa mengalami sesak napas dan bersamaan dengan nyeri di dada.
Rokok, Hipertensi dan Kolesterol Berisiko Tinggi
Shutterstock/scyther5
Dilansir dari Healthline, tiga faktor paling berisiko yang menyebabkan serangan jantung adalah merokok, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi (hipertensi).
Menurut CDC, hampir setengah dari orang dewasa memiliki setidaknya satu dari tiga faktor risiko utama ini.
Genetik Menambah Faktor Resiko Terkena Serangan Jantung
Shutterstock.com/ wavebreakmedia
Fakta serangan jantung berikutnya yaitu factor genetik. Apabila ada anggota keluarga atau kerabat yang pernah mengalami serangan jantung, kemungkinan seseorang dalam keluarga tersebut yang berbagi gen yang sama akan beresiko mengalaminya lebih dari seseorang yang memiliki keluarga tanpa riwayat serangan jantung.
Berkonsultasi dengan dokter terlebih apabila memiliki kolesterol yang tinggi dan hipertensi akan membantu anda mencegah serangan jantung dan melakukan pengobatan sejak dini.
Makanan yang Bisa Sebabkan Risiko Serangan Jantung
Pixabay
Beberapa makanan ternyata memiliki resiko meningkatkan serangan jantung. Makanan-makanan tersebut yaitu makanan yang mengandung lemak jenuh yang tinggi.
Misalnya seperti produk daging dan susu, konsumsi garam dan yodium yang berlebihan, makanan dengan kandungan gula yang tinggi, dan lemak yang banyak.
Cara Mencegah Serangan Jantung
2014 Merdeka.com/shutterstock/Maridav
Mencegah serangan jantung berkaitan dengan mencegah hipertensi, kolesterol dan diabetes. Sehingga menerapkan gaya hidup sehat akan menurunkan resikonya. Memilih makanan yang kaya akan antioksidan dan vitamin akan meningkatkan kesehatan tubuh anda seperti buah dan sayuran.
Melakukan olah raga yang teratur seperti berjalan selama 30 menit di pagi hari juga akan membantu kesehatan jantung anda. Apabila anda seorang perokok, berhentilah perlahan-lahan. Merokok merupakan factor utama serangan jantung karena menyebabkan aterosklerosis dan meningkatkan tekanan darah.
Kelebihan berat badan juga akan memaksa jantung untuk bekerja lebih keras memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga dapat meningkatkan tekanan darah. Sehingga mengurangi berat badan sangat diperlukan, karena lemak juga dapat menyebabkan penyumbatan pada jantung sehingga berpotensi untuk terkena penyakit jantung.
Pertolongan Pertama pada Serangan Jantung
Liputan6.com/Yopi
Apabila seseorang yang anda kenal di dekat anda tiba-tiba terkena serangan jantung, perlu langkah cepat mengenali gejalanya dan melakukan pertolongan pertama. Berikut langkahnya:
Orang yang terkena serangan jantung diusahakan harus tenang dan duduk di kursi dan bersandar pada dinding. Melonggarkan semua pakaian yang dikenakan. Apabila anda merasa panik panggil bantuan terdekat dan segera hubungi UGD terdekat tempat anda berada.
Semakin cepat ditangani maka resiko kematian akan semakin menurun. Dalam beberapa kasus, serangan jantung membutuhkan resusitasi kardiopulmoner (CPR) atau sengatan listrik (defibrilasi) ke jantung untuk membuat jantung memompa lagi. Bystanders yang dilatih untuk menggunakan CPR atau defibrillator mungkin dapat membantu sampai petugas medis darurat tiba.