8 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Digunakan Secara Bersamaan, Ketahui Efeknya
Terdapat beberapa kandungan skincare yang tidak boleh digunakan secara bersamaan. Tidak memberikan hasil efektif, penggunaan beberapa kandungan skincare ini justru akan menimbulkan efek negatif yang cukup berbahaya.
Produk perawatan kulit atau skincare memang cukup populer akhir-akhir ini. Bukan hanya kalangan perempuan saja, sebagian kaum pria pun mulai tertarik dengan produk perawatan kulit ini. Biasanya produk-produk skincare menawarkan bermacam manfaat untuk mengatasi berbagai masalah kulit. Mulai dari jerawat, bekas jerawat, warna kulit belang, hingga tekstur permukaan kulit wajah yang tidak merata.
Saat ini sudah semakin banyak produk skincare yang beredar di pasaran. Baik produk skincare yang berasal dari luar negeri maupun produk lokal buatan masyarakat Indonesia. Bahkan, bisa dikatakan produk skincare lokal di Indonesia terus mengalami kemajuan. Berbagai brand atau merek berlomba-lomba membuat inovasi baru dengan berbagai macam keunggulan yang ditawarkan.
Tidak heran jika banyak masyarakat yang tertarik menggunakan berbagai macam produk untuk mendapatkan perawatan kulit yang maksimal. Bahkan sempat muncul tren 7 step skincare dari Korea, yaitu metode penggunaan produk skincare layering atau berlapis-lapis. Metode ini pun menggabungkan beberapa produk dengan berbagai macam kandungan yang digunakan secara bersamaan.
Metode penggunaan skincare dari Korea tersebut dinilai mampu memberikan hasil yang efektif. Di mana kulit wajah menjadi bersih, cerah, dan bebas dari gangguan jerawat. Meski begitu, penggunaan beberapa produk skincare dengan berbagai macam kandungan yang dimilikinya tidak boleh sembarangan dilakukan. Terdapat beberapa kandungan skincare yang tidak boleh digunakan secara bersamaan. Tidak memberikan hasil efektif, penggunaan beberapa kandungan skincare ini justru akan menimbulkan efek negatif yang cukup berbahaya.
Bagi Anda yang ingin mencoba metode penggunaan skincare berlapis, lebih baik mengetahui terlebih dahulu beberapa kandungan skincare yang tidak boleh digunakan secara bersamaan berikut. Dilansir dari situs SehatQ, berikut kami telah merangkum beberapa kandungan skincare yang tidak boleh digunakan secara bersamaan yang perlu diketahui.
Retinol dan Benzoil Peroksida
©Pixabay
Kandungan Skincare yang tidak boleh digunakan secara bersamaan yang pertama adalah retinol dan benzoil peroksida. Kedua kandungan ini biasanya digunakan untuk mengatasi masalah kulit berjerawat. Sebagai bahan aktif yang memiliki fungsi serupa, kedua kandungan ini tidak boleh digabungkan dalam satu pemakaian. Jika digunakan secara bersamaan, kedua kandungan ini akan memberikan reaksi atau efek seperti kulit kering, kemerahan, hingga kulit yang mengelupas.
Bahkan menurut hasil penelitian, penggunaan retinol dan benzoil peroksida secara bersamaan dapat mematikan khasiatnya. Keluhan jerawat pun tidak dapat teratasi dengan baik, hingga tidak kunjung sembuh. Namun, bagi Anda yang sudah cocok dengan kedua bahan ini bisa menggunakannya secara terpisah. Anda bisa memakai produk skincare berbahan benzoil peroksida di pagi hari dan retinol di malam hari. Cara ini dinilai aman tanpa memberikan efek buruk setelah pemakaian.
Retinol dan AHA/BHA
Bukan hanya benzoil peroksida, bahan retinol juga tidak boleh digabungkan dengan bahan aktif AHA/BHA. Ketiga bahan ini memang banyak terdapat di berbagai jenis skincare. Ketiga kandungan ini pun berkhasiat untuk mengatasi masalah kulit berjerawat, kulit kusam, mengangkat sel-sel kulit mati, hingga mengurangi keriput sebagai tanda penuaan dini.
Meski memberikan banyak khasiat, ketiga bahan ini tidak boleh digunakan dalam satu pemakaian sekaligus. Jika tidak, campuran ketiga kandungan ini akan menimbulkan kulit wajah kemerahan, iritasi, hingga mengelupas secara berlebihan. Dengan begitu, akan lebih baik jika menggunakan ketiga bahan ini secara bergantian.
Misalnya produk skincare berbahan AHA/BHA digunakan di pagi hari, dan Retinol di malam hari. Ini menjadi salah satu kandungan skincare yang tidak boleh digunakan secara bersamaan dan tidak boleh diabaikan begitu saja.
Retinol dan Asam Salisilat
©The Most Sisters
Kandungan skincare yang tidak boleh digunakan bersama selanjutnya adalah retinol dan asam salisilat. Bukan tanpa alasan, kedua bahan ini mempunyai fungsi yang serupa meskipun tidak sama. Kandungan retinol merupakan turunan dari vitamin A yang berfungsi untuk merangsang pergantian sel kulit mati. Sedangkan asam salisilat juga merupakan bahan yang bertujuan untuk membantu regenerasi kulit dan mengobati jerawat.
Jika digunakan secara bersamaan, kedua bahan ini akan membuat kulit wajah mengelupas dan terkikis secara berlebihan, kondisi kulit yang semakin kering, hingga muncul gejala iritasi. Bahkan dikatakan pula, dapat memperburuk kondisi kulit yang sedang berjerawat. Namun, untuk mengatasinya, Anda masih bisa menggunakan kedua bahan ini secara terpisah.
Retinol dan Vitamin C
Kandungan skincare yang tidak boleh digunakan bersama berikutnya tidak lain adalah retinol dan vitamin C. Pasalnya, kedua kandungan ini bekerja pada kadar pH yang berbeda. Retinol yang bekerja pada pH basa, sedangkan vitamin C pada kondisi pH yang lebih rendah atau asam.
Dengan begitu, penggunaan kedua kandungan ini secara bersamaan tidak akan memberikan hasil yang optimal. Maka dari itu, produk skincare berbahan retinol dan vitamin C perlu digunakan secara terpisah. Hal ini bisa meminimalisir berbagai efek buruk yang mungkin terjadi.
AHA/BHA dan Vitamin C
©2019 Merdeka.com/Pixabay
Vitamin C juga tidak bisa dipakai dengan produk skincare AHA/BHA. Kedua bahan ini termasuk salah satu kandungan skincare yang tidak boleh digunakan secara bersamaan dalam satu waktu. Di sini, vitamin C berfungsi untuk melindungi kulit, sedangkan AHA/BHA bertugas untuk mengeksfoliasi sel-sel kulit mati.
Sehingga kedua kandungan tersebut harus digunakan secara terpisah. Jika tidak, bukan kulit wajah bersih yang didapat justru akan muncul berbagai masalah kulit baru hingga membuat kulit mengalami iritasi. Pemakaian AHA/BHA dan vitamin C secara bersamaan juga dapat menurunkan kinerja kedua bahan aktif tersebut.
Vitamin C dan Niacinamide
Kandungan skincare yang tidak boleh digunakan secara bersamaan selanjutnya adalah vitamin C dan niacinamide. Vitamin C dan niacinamide memang dikenal sebagai bahan aktif yang efektif mengurangi radang kemerahan kulit dan mengatasi warna kulit yang tidak merata.
Meski demikian, kedua bahan ini tidak bisa digunakan dalam satu waktu pemakaian. Jika digabungkan, justru manfaat dari kedua bahan aktif ini tidak dapat bekerja secara optimal. Bahkan dapat mengurangi keefektifan masing-masing khasiatnya.
Dengan begitu, produk skincare vitamin C dan niacinamide perlu digunakan dalam waktu terpisah. Sehingga tidak menimbulkan kondisi kulit berjerawat, iritasi kemerahan dan permasalahan kulit lainnya.
Oil-Based dan Water-Based
©2019 Merdeka.com/Pixabay
Berikutnya, kandungan skincare yang tidak boleh digunakan secara bersamaan adalah oil-based dan water-based. Kandungan skincare yang berbahan dasar minyak dengan berbahan dasar air ternyata tidak boleh digabungkan dalam satu pemakaian.
Sebab produk skincare dengan bahan dasar minyak akan menghalangi skincare berbahan air untuk masuk dan menyerap pada kulit. Sehingga, pemakaian kedua bahan ini secara bersamaan dinilai tidak efektif dan sia-sia.
Kandungan Bahan Aktif yang Sama
Kandungan skincare yang tidak boleh digunakan secara bersamaan yang terakhir adalah skincare dengan bahan atau kandungan yang sama. Misalnya menggunakan lebih dari satu produk skincare yang berbahan benzoil peroksida atau bahan lainnya yang serupa. Jika diabaikan, hal ini akan meningkatkan risiko terjadinya kulit kemerahan hingga iritasi.