7 Pesona Batu Ratapan Angin, Spot Terbaik Nikmati Dataran Dieng dari Puncak Bukit
Dataran Tinggi Dieng dikenal sebagai kompleks wisata dengan pesona alamnya yang menakjubkan. Satu lagi obyek wisata di Dieng adalah Batu Ratapan Angin. Dari atas batu ini wisatawan dapat menikmati pemandangan hamparan Pegunungan di Dataran Tinggi Dieng yang menawan.
Dataran Tinggi Dieng dikenal sebagai kompleks wisata dengan pesona alamnya yang menakjubkan. Kompleks wisata itu memiliki berbagai destinasi wisata seperti Danau Telaga Warna, Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Kawah Sileri, Pemandian Air Panas, dan masih banyak lagi.
Satu lagi obyek wisata di Dieng adalah Batu Ratapan Angin. Dari atas batu ini wisatawan dapat menikmati pemandangan hamparan pegunungan di Dataran Tinggi Dieng yang menawan. Selain itu, dari atas batu ini wisatawan juga dapat melihat indahnya dua telaga yang eksotis di Dieng, Telaga Warna dan Telaga Pengilon.
Berikut pesona Batu Ratapan Angin yang telah merdeka.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (31/3/2020).
Batu Pandang
Wisatadieng.net
Batu Ratapan Angin berada di atas ketinggian 2.010 meter di atas permukaan laut. Dari atas batu ini wisatawan dapat melihat pemandangan Dataran Tinggi Dieng yang menakjubkan.
Dilansir dari laman Wisatadieng.net, selain diberi nama Batu Ratapan Angin, tempat itu dapat pula dinamakan batu pandang. Di lokasi ini terdapat dua buah batu yang dapat dinaiki wisatawan sambil memandang indahnya pesona alam.
Asal Mula Nama Ratapan Angin
Wisatadieng.net
Dua batu itu dinamakan ratapan angin karena saat mengunjungi tempat ini, wisatawan dapat merasakan hembusan semilir angin. Ditambah juga, angin itu menggoyangkan daun-dauh pohon di sekitar batu hingga menciptakan bunyi gemerisik halus seperti suara siulan dan ratapan.
Kisah Cinta Segitiga
Wisatadieng.net
Ada mitos tersendiri mengenai keberadaan dua batu tersebut. Dilansir dari Diengplateu.com, konon dulunya ada seorang pangeran yang tinggal bersama istrinya dan hidup bahagia. Tapi suatu saat muncullah lelaki yang menggoda sang istri yang tak kuat akan godaan itu.
Pangeran yang tahu ada lelaki yang menggoda istrinya kemudian marah dan berkelahi dengan lelaki itu. Sang pangeran memenangkan perkelahian itu dan kemudian ia mengutuk sang lelaki menjadi batu berdiri. Selain itu dia juga mengutuk istrinya menjadi batu tertunduk.
Pesona Telaga Warna dari Atas Batu Ratapan
Wisatadieng.net
Dari atas batu ini, wisatawan dapat melihat pesona telaga warna yang berada di bawah bukit. Dilansir dari Wisatadieng.net, pembiasan sinar matahari terhadap air telaga warna yang bersulfur tinggi menghasilkan warna yang menakjubkan. Belum lagi di belakang Telaga Warna terdapat Telaga Pengilon yang membuat pemandangan alam di sana terlihat sangat menakjubkan.
Penampakan Warna Permukaan Dua Telaga yang Berbeda
Wisatadieng.net
Dari atas Batu Ratapan Angin, wisatawan bisa melihat kedua telaga memiliki warna permukaan yang mencolok satu sama lain. Saat matahari bersinar, tampak jelas permukaan air di Telaga Pengilon yang jernih memantulkan cahaya panorama di sekelilingnya seperti cermin raksasa.
Sementara itu permukaan air di Telaga Warna yang bersulfur tinggi hanya menampakkan warna hijau pekat. Dari situlah wisatawan sudah dapat menyimpulkan kedua telaga itu memiliki kandungan yang berbeda-beda.
Jembatan Gantung Penghubung Antar Bukit
Wisatadieng.net
Lima puluh meter di dekat Batu Ratapan Angin, terdapat sebuah jembatan gantung. Jembatan gantung itu bernama Jembatan Merah Putih. Jembatan gantung ini dibuat untuk menghubungkan dua buah bukit yang berada di dekat Batu Ratapan Angin.
Cara Menuju ke Lokasi
Liputan6.com/Novi Thedora
Lokasi Batu Ratapan Angin cukup dekat dengan Theater Dieng Plateu. Apabila ingin menuju ke lokasi batu, wisatawan dapat memarkirkan kendaraan di tempat parkir gedung theater. Selanjutnya wisatawan dapat menuju pos penjagaan yang hanya berjarak 50 meter dari theater. Di pos penjagaan ini wisatawan ditarik biaya Rp. 10.000 untuk bisa masuk. Selanjutnya wisatawan berjalan sejauh 100 meter lagi untuk dapat mencapai Batu Ratapan Angin