544 Hektare Sawah di Sleman Terdampak Penutupan Selokan Mataram, Ini 3 Faktanya
Keberadaan Selokan Mataram begitu penting bagi pertanian di DIY, khususnya Kabupaten Sleman. Namun karena faktor usia, selokan ini harus ditutup sementara untuk renovasi. Tercatat ada 544 hektare lahan yang terdampak dari penutupan Selokan Mataram.
Selokan Mataram merupakan sebuah kanal irigasi yang menghubungkan dua sungai besar yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Sungai Opak dan Sungai Progo. Keberadaan selokan ini begitu penting perannya bagi pertanian di sana. Namun seiring waktu, sarana yang dibangun di masa pendudukan Jepang ini mulai dimakan usia sehingga harus dilakukan perbaikan.
Karena adanya perbaikan itu, Selokan Mataram harus ditutup sementara waktu. Penutupan ini begitu berdampak pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di sebagian wilayah Sleman.
Tercatat ada 544 hektare lahan yang terdampak dari penutupan Selokan Mataram.
Lantas bagaimana cara Pemkab Sleman menyiasati hal ini? Berikut selengkapnya:
Lahan yang Terdampak
ilustrasi ©2018 Merdeka.com
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suparmono mengatakan, setidaknya ada 544 hektare lahan sawah yang terdampak dari penutupan Selokan Mataram.
Selain itu ada pula lahan lain yang terdampak yaitu kolam ikan seluas 230.120 meter persegi, ternak sapi dengan jumlah 55 ekor, ternak domba 33 ekor.
“Dari jumlah 544 hektare lahan sawah itu yang tidak ditanami ada 293 hektare dan 251 hektare ada di Purwomartani, Tirtomartani, dan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan ditanami palawija umur sekitar satu hingga dua bulan,” kata Suparmono.
Harus Diperbaiki
©2022 budaya.jogjaprov.go.id/Merdeka.com
Suparmono mengatakan, berdasarkan data Selokan Mataram yang melintasi dari ujung barat Sleman hingga paling timur memiliki ukuran antara dua sampai enam meter. Saluran ini mampu mengairi 15.734 hektare persawahan di sepanjang alirannya.
Namun bangunan itu dinilai sudah cukup tua, sehingga perlu dilakukan perbaikan. Apabila terlambat diperbaiki, maka akan memperparah titik-titik bocor dan banjir. Untuk perbaikan itu, Selokan Mataram ditutup selama tiga bulan mulai 1 Agustus 2022.
“Beberapa bulan sebelum Selokan Mataram dimatikan, kami sudah melakukan sosialisasi ke petani maupun kelompok tani yang akan terkena dampaknya. Sehingga mereka menjadi lebih siap menghadapi risiko tersebut,” kata Suparmono.
Sangat Berpengaruh
©2022 indonesia.go.id/Merdeka.com
Suparmono mengatakan, dalam kegiatan budi daya pertanian baik dalam pengembangan tanaman pangan, hortikultura, peternakan, maupun perkebunan, ketersediaan air merupakan faktor yang sangat strategis.
Tanpa adanya ketersediaan air, maka dapat dipastikan kegiatan budi daya tersebut berjalan tidak optimal.
“Dengan perbaikan Selokan Mataram, tentu akan berpengaruh pada kegiatan usaha tani tanaman pangan, hortikultura, peternakan, maupun perkebunan,” kata Suparmono dikutip dari ANTARA.