5 Potret Suasana Buka Puasa di Masjid Jogokariyan, 3.500 Porsi "Sold Out" Sehari
Saat bulan Ramadan, suasana di Kampung Jogokariyan mendadak jadi meriah. Di sana, setiap harinya disediakan hingga 3.000 porsi makanan berat untuk warga yang ingin berbuka puasa. Ribuan porsi makanan berat yang disediakan panitia Ramadan Masjid Jogokariyan bisa habis tak tersisa.
Saat bulan Ramadan, suasana di Kampung Jogokariyan mendadak jadi meriah. Para pedagang menjajakan makanan di sepanjang jalan, pengunjung memadati bahu jalan untuk berburu takjil, serta Masjid Jogokariyan menjadi ramai oleh orang-orang yang ingin mengikuti kajian.
Di Masjid Jogokariyan sendiri, setiap harinya disediakan hingga 3.000 porsi makanan berat untuk warga yang ingin berbuka puasa di Masjid Jogokariyan. Warga pun mengikuti acara buka puasa itu dengan antusias.
Tak heran, ribuan porsi makanan berat yang disediakan panitia Ramadan Masjid Jogokariyan bisa habis tak tersisa.
Lantas seperti apa suasana buka puasa di Masjid Jogokariyan? Berikut selengkapnya:
Suasana yang Sangat Dirindukan
©Instagram/@masjidjogokariyan
Pada hari pertama Ramadan, suasana buka puasa di Masjid Jogokariyan ramai sekali. Para jemaah baik itu laki-laki maupun perempuan, memadati setiap sudut masjid untuk berburu takjil. Setelah berbuka, acara kemudian dilanjutkan dengan salat magrib bersama.
“Berbuka puasa bersama, lalu Shalat Maghrib berjamaah. Insya Allah suatu suasana yang sangat dirindukan. Dan Alhamdulillah kita mendapat kesempatan untuk berjumpa lagi tahun ini,” tulis @masjidjogokariyan melalui caption-nya.
Hujan Tak Jadi Penghalang
©Instagram/@masjidjogokariyan
Pada waktu-waktu tertentu, sebenarnya kawasan sekitar Masjid Jogokariyan sempat diguyur hujan. Namun hal itu tidak jadi penghalang bagi masyarakat untuk mengunjungi Kampung Ramadan Jogokariyan.
“Hujan. Ada yang mendoakan derasnya. Sebagian lagi mendoakan redanya. Sedang keputusan tetap pada-Nya,” tulis @masjidjogokariyan.
Ramah Lingkungan
©Instagram/@masjidjogokariyan
Dengan jumlah jemaah hingga ribuan orang, banyak pihak luar yang bertanya-tanya kenapa makanan berat itu disediakan dalam bentuk piring, bukan nasi kotak. Namun ada alasan mulia di balik itu semua.
“Coba dibayangkan setiap hari 3.000 kardus/styrofoam menumpuk menjadi sampah, dikalikan selama 30 hari. Maka kami mencoba mengikhtiarkan menu buka puasa bersama yang ramah lingkungan, minim sampah, mengurangi penggunaan kertas dan kardus kemasan. Maka 3.000 piring dan gelas tiap hari harus dirawat dengan penuh kasih sayang,” tulis @masjidjogokariyan.
Ukhuwah Islamiyah
©Instagram/@masjidjogokariyan
Tak hanya sekedar buka puasa, mengikuti kegiatan takjil di Masjid Jogokariyan juga dijadikan sarana untuk mempererat Ukhuwah Islamiyah. Apalagi setiap Muslim pada dasarnya bersaudara.
“Sesederhana ukhuwah yang terbina di dalam Kampoeng Ramadhan Jogokariyan, jiwa-jiwa yang hadir karena Allah dan beranjak dari tempat suci ini juga karena Dia Sang Maha Cinta,” tulis @masjidjogokariyan.
3.500 Porsi "Sold Out" Sehari
©Instagram/@masjidjogokariyan
Minat warga untuk mengikuti kegiatan takjil di Masjid Jogokariyan cukup besar. Bahkan ribuan porsi makanan yang telah disediakan ludes dalam sekejap.
“Alhamdulillah 3.500 porsi buka puasa sore ini SOLD OUT. Mohon maaf kepada para jamaah yang belum kebagian semoga tak bosan dan tak kapok berbuka bersama menikmati senja di Jogokariyan,” tulis @masjidjogokariyan.