LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

5 Penyebab Mimisan yang Harus Diwaspadai, Salah Satunya Gejala Tumor

Dalam beberapa kasus, mimisan menandakan adanya penyakit yang berbahaya. Berikut merupakan gejala dan penyebab mimisan yang harus diwaspadai, beberapa merupakan indikasi dari penyakit tumor.

2020-02-16 13:30:00
Berita Jateng
Advertisement

Secara medis, mimisan dikenal sebagai epistaksis atau pendarahan hidung. Yaitu suatu kondisi di mana keluarnya darah melalui lubang hidung. Karena posisi hidung berada di tengah-tengah wajah, dan jumlah pembuluh yang cukup banyak di area hidung, cedera pada wajah dapat menyebabkan darah mengalir banyak.

Mimisan cukup umum, terutama pada anak-anak. Ketika selaput lendir di dalam hidung mengering, menggerak, atau retak, kemudian dikeluarkan dengan cara yang kasar, maka kemungkinan akan berdarah.

Selain itu mimisan juga kerap terjadi pada orang yang mengonsumsi antikoagulan (obat pengencer darah, seperti Aspirin), dan juga pada orang tua yang darahnya lebih lama untuk menggumpal.

Advertisement

Gejala Utama Mimisan

Mimisan terjadi saat ada darah yang mengalir dari hidung. Aliran darah tersebut dapat berkisar dari ringan (beberapa tetes) sampai berat (banyak). Ketika berdiri, mimisan akan terus menetes seperti pada saat pilek.

Namun apabila berbaring, cairan akan menumpuk di bagian belakang tenggorokan. Perlu diperhatikan untuk tidak menelan darah karena dapat menyebabkan mual dan muntah.

Advertisement

Meski sebagian besar gejala mimisan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit berbahaya, namun perlu diperhatikan apabila terjadi pendarahan yang berat. Pendarahan yang berat (dengan aliran yang deras) dan disertai jantung berdebar, napas pendek, kulit memucat, mual kemudian muntah ketika tertelan perlu segera memeriksakan diri ke dokter.

Penyebab Mimisan

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab mimisan. Dari kekurangan nutrisi, trauma di bagian kepala, pendarahan dalam, hingga iritasi. Dalam beberapa kasus, mimisan menandakan adanya penyakit yang berbahaya.

Penyebab mimisan tidak boleh dianggap sepele, terlebih jika mimisan kerap terjadi secara tiba-tiba tanpa alasan jelas.

Berikut merupakan gejala dan penyebab mimisan yang harus diwaspadai, karena beberapa merupakan indikasi dari penyakit tumor:

1. Kekurangan Kalsium

bariteworld.com

Kalsium merupakan komponen penting yang dibutuhkan tubuh. Kalsium sendiri berperan penting terutama pada fungsi otot dan saraf normal. Hormon paratiroid adalah salah satu pengatur kadar kalsium di dalam tubuh.

Orang yang kekurangan kalsium akan menunjukkan beberapa gejala yaitu sakit kepala, kehilangan nafsu makan, mimisan yang tidak diketahui penyebabnya. Pada anak-anak akan ditandai dengan pertumbuhan yang lambat dan perkembangan gigi yan buruk.

Sedangkan apabila kekurangan kalsium tidak kunjung diperbaiki, maka akan menyebabkan masalah kesehatan yang kronis yaitu seperti tekanan darah tinggi, gangguan tulang, serta kelainan bentuk sendi. Pada wanita hamil akan menyebabkan gangguan selama kehamilan.

2. Trauma di Kepala

www.prevention.com

Anak-anak kerap beraktivitas di mana sering tidak sengaja membenturkan kepala ke benda sekitar. Namun sulit bagi mereka untuk mengenali seserius apa benturan yang telah mereka alami. Sehingga menimbulkan cedera atau memar. Cedera yang parah pada kepala yang didapatkan secara berulang-ulang dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

Benturan keras di kepala dapat menyebabkan pembengkakan dan sangat penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda awal tersebut. Tanda-tanda cedera otak meliputi kehilangan kesadaran, pernapasan tidak normal, mimisan dan keluarnya cairan bening pada telinga dan mulut, gangguan penglihatan, pusing, sakit leher, muntah lebih dari dua atau tiga kali.

Apabila ini terjadi pada anak, jangan panik dan segera telepon ambulans. Ambil kain bersih dan beri tekanan.

Iritasi Terhadap Paparan Kimia

2020 Merdeka.com/www.pixabay.com

Apabila anda bekerja di sebuah tempat di mana terdapat banyak bahan kimia dan kemungkinan tidak sengaja terhirup, maka akan harus mewaspadainya. Banyak bahan kimia yang dapat menyebabkan mimisan. Bahan kimia tersebut dapat merusak jaringan hidung yang terdapat banyak pembuluh. Asam kromat diketahui dapat menyebabkan kerusakan jaringan pada septum di dalam hidung.

Selain itu bahan-bahan kimia tersebut dapat menyebabkan pengeringan atau iritasi mekanis, bahan tersebut meliputi kaolin, fiberglass, dan silika. Sedangkan bahan kimia yang dapat meningkatkan tekanan darah yaitu alpha-aminopryridine, karbon dioksida, dimethylformamide, diphenyl oxide, dan sodium azide.

Menghirup asap rokok juga dapat menyebabkan mimisan dan iritasi pada paru-paru.

Gejala Tumor

Thinkstock photos/ Getty Images

Penyebab mimisan bisa jadi karena penyakit kronis dalam tubuh, salah satunya yaitu tumor. Tumor jinak maupun ganas dapat menimbulkan epistaksis. Pengidap juga dapat memiliki gejala obstruksi hidung dan rhinosinusitis.

Tumor pada hidung bisa diawali dengan mimisan berupa lendir yang bercampur darah, kemudian hidung tersumbat dan nyeri pada daerah mata.

Mimisan juga merupakan efek samping dari terapi perawatan kanker payudara. Trombosit yang berkumpul di lokasi luka atau cedera akan membentuk gumpalan darah.

Apabila jumlah trombosit rendah karena terapi, akan menyebabkan lebih sulitnya untuk menghentikan pendarahan, utamanya pendarahan pada hidung atau mimisan. Mimisan akan sangat mudah terjadi meski hidung hanya terbentur sedikit atau terlalu keras menghirup atau menghembuskan udara.

Gangguan Pendarahan

2020 Merdeka.com/www.pixabay.com

Gangguan pendarahan merupakan kondisi yang mempengaruhi proses darah membeku secara normal. Proses tersebut bernama koagulasi, yaitu mengubah darah yang cair menjadi padat sehingga pendarahan dapat berhenti.. Saat anda terluka, maka biasanya darah akan membeku menjadi padat sehingga pendarahan berhenti.

Namun, ada kondisi di mana darah tidak bisa membeku secara normal dan menyebabkan seseorang kehilangan banyak darah. Gangguan darah yang paling umum yang kerap terjadi pada seseorang yaitu Hemofilia, Leukimia, Defisiensi dan penyakit Von Willebrand atau pendarahan bawaan dari lahir.

Gejalanya yaitu meliputi kerap mimisan, memar yang tidak tahu penyebabnya, pendarahan menstruasi dengan jumlah banyak dan tidak normal serta darah sulit berhenti meski hanya luka kecil. Apabila menemui gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter.

(mdk/amd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.