LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

5 Penyebab Jantung Koroner yang Perlu Diwaspadai, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Penyakit jantung koroner disebabkan oleh plak kolesterol dan proses peradangan. Kondisi ini jika tidak segera diatasi maka bisa memicu terjadinya serangan jantung dan menyebabkan kematian.

2020-08-06 18:01:00
Penyakit Jantung Koroner
Advertisement

Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) penyakit jantung menyebabkan kematian terbesar di Indonesia. Tingkat kematian akibat penyakit jantung pada 2016 mencapai 122 orang per 100.000 populasi.

Beberapa waktu yang lalu artis tampan Ashraf Sinclair meninggal dunia akibat serangan jantung. Kemudian penyanyi campursari Didi Kempot atau Didi Prasetyo juga mengalami kondisi henti jantung hingga menyebabkan meninggal dunia.

Seseorang yang mengalami penyakit jantung biasanya mengalami rasa nyeri di bagian dada dan menjalar ke bahu atau leher. Salah satu jenis gangguan jantung yang paling sering dialami seseorang ialah penyakit jantung koroner. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah utama yang memberi pasokan darah, oksigen, dan nutrisi untuk jantung menjadi rusak.

Advertisement

Secara umum, penyakit jantung koroner disebabkan oleh plak kolesterol dan proses peradangan. Kondisi ini jika tidak segera diatasi maka bisa memicu terjadinya serangan jantung dan menyebabkan kematian.

Lantas, apa saja penyebab jantung koroner dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasan yang merdeka.com lansir dari Healthline berikut ini.

Advertisement

Gejala Penyakit Jantung Koroner

pixabay / pexels

Gejala penyakit jantung koroner yang paling umum dirasakan penderita ialah dada terasa nyeri dan sesak. Kondisi ini kerap kali dirasakan saat beristirahat setelah melakukan aktivitas yang berat. Apabila nyeri dan ada tekanan di bagian dada ini terus berulang, maka hal menjadi potensi seseorang mengalami penyakit jantung koroner.

Selain sesak dan nyeri dada, gejala penyakit jantung koroner berikutnya ialah pusing dan mudah lelah. Bahkan gejala seperti ini berlangsung tanpa melakukan aktivitas fisik yang berat.

Kondisi seperti ini bisa menjadi tanda gejala sakit jantung apabila sering berulang.
Selain itu, ada beberapa gejala penyakit jantung koroner lainnya yang biasa dialami oleh penderita, di antaranya sebagai berikut:

  • Mudah lelah
  • Sakit tenggorokan
  • Irama jantung berubah
  • Keringat dingin, mual, dan muntah
  • Batuk kering yang terus berulang
  • Jantung berdebar
  • Ruam pada kulit
  • Sesak napas
  • Tangan dan kaki terasa dingin
  • Nyeri di bagian leher, tenggorokan, lengan, dan punggung

Penyebab Jantung Koroner

©iStock

Jantung merupakan salah satu organ vital yang dimiliki manusia. Fungsi jantung yang paling utama ialah memompa darah ke seluruh tubuh dan membawa nutrisi serta oksigen yang dibutuhkan oleh organ-organ tubuh. Dalam kondisi tertentu, terkadang jantung berdenyut terlalu cepat dan tidak beraturan, hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

Jantung berdebar atau biasa disebut sebagai palpitasi adalah kondisi saat jantung berdegup cepat dan kencang. Kondisi ini umumnya ditandai dengan beberapa gejala seperti pusing dan sesak di dada. Dalam beberapa kasus, jantung yang sering berdebar dengan cepat dan kencang dapat menjadi pertanda ada masalah di jantung.

Penyebab jantung berdebar umumnya dapat terkait dengan stres, olahraga, atau penggunaan obat-obatan tertentu. Kondisi ini dapat menyebabkan jantung seseorang berdetak kencang dan tidak teratur.

Faktor risiko penyebab jantung berdebar berkaitan erat dengan kemungkinan penyebabnya. Berikut beberapa penyebab jantung berdebar yang perlu diketahui.

1. Gaya Hidup

Penyebab jantung koroner berkaitan erat dengan gaya hidup yang sering dilakukan seseorang. Misalnya olahraga berat, kurang tidur, dan terlalu banyak kafein juga menjadi penyebab utama jantung berdebar. Selain itu, kadar mineral esensial yang rendah, seperti kalium dan magnesium, juga berpengaruh terhadap jantung yang seringkali berdenyut dengan cepat dan tidak beraturan.

2. Kondisi Psikologis

Penyebab jantung koroner yang paling umum terjadi juga sering berkaitan dengan kondisi psikologis seseorang. Saat pikiran dalam situasi stres, tubuh melepaskan hormon adrenalin. Merespon peningkatan hormon stres ini, meningkatkan risiko jantung berdetak kencang karena bekerja lebih keras untuk meningkatkan pasokan darah ke otot, jantung, dan organ vital lainnya.

3. Penggunaan Obat-obatan Tertentu

Seseorang yang menggunakan obat-obatan tertentu juga bisa menjadi penyebab penyakit jantung koroner. Hal ini karena obat-obatan tertentu memberikan efek jantung berdebar setelah mengonsumsinya.

Beberapa obat seperti obat untuk tekanan darah tinggi, antibiotik, antidepresan, dan obat anti jamur dapat memicu terjadinya jantung berdebar yang sering menyebabkan jantung koroner.

4. Kadar Kolesterol Tinggi

Penyebab penyakit jantung koroner berikutnya yaitu kadar kolesterol tinggi. Seseorang yang memiliki kadar kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Sehingga para ahli menyarankan untuk membatasi mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan kolesterol tinggi, seperti daging olahan, seafood, dan makanan manis lainnya.

5. Faktor Usia

Salah satu penyebab penyakit jantung koroner ialah dipicu karena faktor usia. Semakin tua usia seseorang, maka berpotensi terserang penyakit jantung koroner.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa penyakit jantung koroner sering menimpa pria berusia lebih daru 45 tahun dan wanita lebih dari 55 tahun.

Cara Mengatasi Penyakit Jantung Koroner

©2018 Merdeka.com/Pexels

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Oleh karena itu, sejak dini harus dilakukan upaya pencegahan.

Mengetahui gejala sakit jantung juga sangat penting agar cara penanganannya tepat. Berikut beberapa cara mencegah penyakit jantung koroner yang perlu diketahui:

  • Memperbanyak konsumsi lemak tak jenuh dan serat
  • Hindari kebiasaan merokok
  • Menghindari minuman beralkohol
  • Mengelola stres dengan baik
  • Menghilangkan lemak yang menumpuk di perut
  • Mencegah dan mengobati penyakit diabetes dan hipertensi
  • Olahraga secara rutin dan teratur.
(mdk/jen)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.