LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

5 Fakta Unik Orang Kalang, Suku 'Kecil' Jawa yang Masih Tinggal di Hutan

Penyebaran Orang Kalang cukup luas di Jawa seperti di Cilacap, Gombong, Kebumen, Kendal, dan Yogyakarta. Bahkan di Kendal, kehidupan Orang Kalang berbaur dengan masyarakat sekitar.

2020-07-15 16:50:00
Jateng
Advertisement

Orang kalang atau biasa juga disebut “Wong Kalang” merupakan salah satu suku kecil yang mendiami Pulau Jawa. Mereka mendiami Pulau Jawa sejak zaman kerajaan-kerajaan di Nusantara. Tapi karena suatu 'konflik', kehidupan mereka dikucilkan dari masyarakat mayoritas Jawa pada saat itu.

Penyebaran Orang Kalang cukup luas di Jawa seperti di Cilacap, Gombong, Kebumen, Kendal, dan Yogyakarta. Bahkan di Kendal, kehidupan Orang Kalang berbaur dengan masyarakat sekitar.

Walaupun hidup terkucilkan, mereka merupakan pekerja keras dan hidup makmur. Berikut ini adalah 5 Fakta tentang Orang Kalang, suku kecil Jawa yang masih tinggal di hutan:

Advertisement

Sejarah Kemunculan Orang Kalang

©YouTube/Nganjuk TV

Advertisement

Kata “kalang” berasal dari Bahasa Jawa yang artinya batas. Istilah itu pertama kali ditemukan pada prasasti Kuburan Candi di Desa Tegalsari, Kawadenan, Tegalharjo, Kabupaten Magelang yang berangka tahun 753 Saka atau 831 Masehi. Diduga, suku ini telah ada sejak Jawa belum mengenal agama Hindu.

Menurut mitos, Orang Kalang berbadan kuat dan tegap. Mereka juga dipercaya menjadi maestro pembuat candi yang berasal dari Kamboja. Setelah Hindu masuk, Orang Kalang semakin tersisih oleh sistem pengastaan.

Mereka dipaksa tinggal di daerah-daerah pengasingan seperti pantai yang berpaya-paya, lereng gunung yang tinggi, serta tanah-tanah yang tandus. Selain itu mereka juga hidup nomaden dari hutan ke hutan.

Tak hanya itu, lingkungan yang keras menempa mereka menjadi kelompok pekerja keras. Oleh karena itu, pihak Kerajaan Majapahit sempat memanfaatkan mereka untuk proyek-proyek fisik berskala besar seperti penebang pohon, juru angkut, dan juga prajurit tempur di medan perang.

Dianggap Keturunan Kera

©2020 Merdeka.com

Dalam buku Javaansch Nederduitsch Woordenboek, disebutkan kalau Orang Kalang adalah sebuah nama etnis di Jawa yang dianggap hina. Ada yang beranggapan bahwa Orang Kalang dulunya merupakan keturunan kera atau anjing.

Bahkan, ada mitos lain yang menyebutkan kalau dulunya Orang Kalang memiliki ekor, keturunan anjing, dan juga sakti mandraguna.

Walau dikucilkan dan hidup memisahkan diri dengan warga lainnya, hubungan antara Orang Kalang dan warga sekitar tetap terjalin sesekali. Namun, karena karakternya keras, liar, dan berbahaya, sering terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang menimpa Orang Kalang.

Kuburan Orang Kalang

©kemendikbud

Di Bojonegoro, Jawa Timur, terdapat sebuah situs bernama Situs Kawengan yang dipercaya merupakan bekas pemakaman Orang Kalang. Dilansir dari laman Kemendikbud, di sana banyak terdapat peti kubur batu yang tersebar di dalam hutan jati dan area pengeboran minyak.

Bila ingin masuk ke area pemakaman itu, pengunjung harus berjalan memasuki area hutan dengan jalan kaki karena kontur tanah yang terjal di lereng pegunungan.

Perbedaan dengan Orang Jawa

©YouTube/Mas Philip

Satu hal yang membedakan Orang Kalang dengan orang Jawa pada umumnya adalah upacara mengurus jenazah. Orang Kalang menyebut melakukan penguburan dengan upacara adat Kalang Obong.

Dalam acara ini, diadakan sebuah selamatan yang disebut surtanah pada hari pertama meninggal. Pada acara ini, biasanya pakaian milik almarhum dibakar.

Selamatan kemudian kembali diadakan pada hari ketiga, ketujuh, keempat puluh, keseratus, dan terakhir keseribu. Acara selamatan yang terakhir itu juga biasa disebut entas-entas. Pada tahun 2018, ritual unik Orang Kalang ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Orang Kalang Masa Kini

©YouTube/Hidden Team

Pada masa kini, banyak Orang Kalang yang sudah memeluk Agama Islam dan menjalankan syariat-syariat agama Islam. Selain itu, mereka juga sudah banyak berbaur dengan masyarakat lainnya baik dalam pergaulan maupun pernikahan.

Kelompok suku ini juga sudah diterima baik di Indonesia. Begitu pula mereka, juga sudah dapat menerima orang-orang yang berasal dari luar sukunya.

Saat ini, keturunan Orang Kalang banyak tersebar di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta seperti di Cilacap, Adipala, Gombong, Ambal, Petanahan, Kebumen, dan Bagelen.

Selain itu, karena sudah berakulturasi dan beradaptasi dengan baik, nyaris tidak ada perbedaan antara orang Kalang dan bukan Kalang. Umumnya, kehidupan mereka teratur dan makmur. Kini, banyak keturunannya yang sukses menjadi wirausahawan.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.