LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

5 Fakta Menarik Gudeg Yu Djum, Kuliner Legendaris di Jogja yang Terus Berinovasi

Gudeg Yu Djum adalah salah satu kuliner legendaris di Yogyakarta. Gudeg Yu Djum tetap eksis di tengah tumbuhnya bisnis kuliner di kota pelajar Yogyakarta dengan melakukan beragam inovasi rasa.

2020-02-28 11:11:00
DIY
Advertisement

Gudeg Yu Djum adalah salah satu kuliner legendaris di Yogyakarta. Pendirinya Djuwariyah, sudah merintis usahanya sejak tahun 1950.

Waktu itu Ia masih berusia 17 tahun. Sempat mengalami jatuh bangun dalam usahanya, kini Gudeg Yu Djum menjadi salah satu gudeg legendaris di Yogyakarta

Dalam membangun usahanya, Djuwariyah dikenal sebagai seorang pekerja keras yang pantang menyerah. Bahkan, saat usianya sudah menginjak 85 tahun, Ia tetap ingin bekerja di warung.

Advertisement

Djuwariyah meninggal pada tahun 2016 saat usianya menginjak 87 tahun. Wafatnya Yu Djum, bukan berarti usaha kulinernya berhenti.

Nama Gudeg Yu Djum yang sudah besar kemudian diteruskan oleh anak-anaknya. Berikut 5 fakta menarik Gudeg Yu Djum yang tetap eksis di tengah tumbuhnya bisnis kuliner di kota pelajar Yogyakarta.

Advertisement

Mewarisi Racikan Sang Ibu

2020 liputan6.com

Resep masakan Gudeg Yu Djum ternyata pertama kali diracik oleh ibunya. Atas bekal resep itu, Yu Djum kemudian mulai membuat sendiri gudegnya yang kemudian Ia jual bersama sang suami.

Setelah dua tahun berjualan keliling, Ia dan suami bisa mengumpulkan dana untuk membeli sebuah rumah di daerah Mbarek, Karang Asem, Depok, Sleman sebagai tempatnya berjualan hingga saat ini.

Suami Jago Masak

istimewa

Suami Yu Djum, Suwandi Dharmosuwarno, adalah seorang pria yang jago masak. Dalam kisah sukses Gudeng Yu Djum, peran Suwandi jarang diekspos. Padahal dulu dialah yang memasak gudegnya, sementara Yu Djum yang menjualnya.

Sebelum ikut membantu berjualan gudeg, Suwandi adalah seorang tentara yang pintar memasak. "Mbah kakung dulunya tentara yang ternyata juga pintar memasak. Bisa dibilang beliaulah yang berada di balik dapur Gudeg Yu Djum," ujar Sigit Alfianto, cucu pertama Yu Djum dilansir Merdeka.com pada Selasa (15/11/2016).

Dimasak Menggunakan Kayu Bakar

iStock

Dilansir dari Brilio.net (22/2), Gudeg Yu Djum masih dimasak secara tradisional menggunakan kayu bakar. Cara ini sebenarnya membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding dimasak menggunakan kompor. Namun cara ini harus dilakukan agar bisa mempertahankan kualitas rasa dari awal berdiri bisnis itu hingga sekarang.

Berbisnis dengan Hati

2016 Merdeka.com

Menurut Citra Anyndito, Manager Operasional Gudeg Yu Djum, menjalankan bisnis kuliner ini harus menggunakan hati. "Kalau pakai passion dan hati nanti hasilnya bakal maksimal. Hal inilah yang terlihat di usaha milik Gudeg Yu Djum ini," ujar Citra.

Citra menambahkan, kalau bisnis tersebut dilakukan dengan hati, maka hasilnya akan menjadi lebih baik. "Misalnya kalau tempat ini kotor. Orang yang melakukan dengan hati ia akan langsung membersihkan tanpa disuruh, bukan malah membiarkan saja," jelas Citra.

Terus Berinovasi

Shutterstock

Dalam menjalankan sebuah bisnis kuliner, inovasi harus selalu dilakukan. Hal ini penting agar tetap bisa bersaing di tengah banyak tumbuhnya bisnis kuliner. Para pengelola Gudeg Yu Djum juga menyadari akan hal tersebut.

Oleh karena itu, Gudeg Yu Djum membuat inovasi gudeg kaleng. Dengan dimasukkan ke dalam kaleng, makanan itu akan menjadi tahan lama dengan masa expired mencapai satu tahun.

Menurut Citra, gudeg kaleng memiliki 7 varian rasa. Untuk menyasar target pasar baru yaitu kaum millennial, Gudeg Yu Djum menciptakan varian rasa baru yaitu gudeg mercon. "Kita buat inovasi berbeda karena sekarang ini zamannya serba Instagram. Kita buat gudeg mercon karena millennial suka yang pedas. Responnya cukup bagus," kata Citra.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.