LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

40 Pepatah Jawa Kuno Populer, Penuh Makna Kehidupan

Pepatah adalah kata-kata kiasan yang mengandung pesan dan makna bijak.

2024-05-31 14:34:00
Jateng
Advertisement

Pepatah merupakan suatu kata-kata kiasan yang selalu memiliki pesan bijak di dalamnya. Berbagai pepatah terkenal pun menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam menjalani hidup. Bahkan, pepatah dapat menjadi kacamata bijak dalam melihat suatu masalah.

Terdapat berbagai macam pepatah dengan cara penyampaian yang berbeda-beda. Salah satunya dengan bahasa Jawa. Ada beragam contoh pepatah Jawa kuno yang populer dan masih diingat sampai sekarang. Dengan membaca beberapa pepatah ini, Anda bisa menemukan sudut pandang baru dalam melihat kehidupan.

Berikut, kami rangkum berbagai pepatah Jawa kuno populer dan artinya, bisa disimak.

Advertisement

Pepatah Jawa Kuno Penuh Makna

©Pixabay

Advertisement

Berikut, beberapa contoh pepatah Jawa kuno penuh makna, bisa disimak:

1.Ana dina, ana upa.

Tiap perjuangan selalu ada hasil yang nyata.

2. Gliyak-gliyak tumindak, sareh pakoleh

Upaya yang dilakukan perlahan, tapi akhirnya tujuannya akan tercapai.

3. Adhang-adhang tetese embun

Berharap sesuatu dengan hasil apa adanya. Seperti berharap pada tetes embun.

4. Sepi ing pamrih, rame ing gawe

Melakukan pekerjaan tanpa pamrih.

5. Kena iwake aja nganti buthek banyune

Berusahalah mencapai tujuan tanpa menimbulkan kerusakan

6. Sluman slumun slamet

Biarpun kurang hati-hati tapi masih diberi keselamatan.

7. Ngundhuh wohing pakerti.

Apa pun yang kita lakukan akan membuahkan hasil yang sepadan.

8. Mikul dhuwur mendhem jero

Seorang anak yang menjunjung tinggi derajat orang tua.

9. Sabar sareh mesthi bakal pikoleh

Pekerjaan apapun jangan dilakukan dengan tergesa-gesa agar berhasil.

10. Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah

Hidup rukun pasti akan hidup sentosa, sebaliknya jika selalu bertikai pasti akan bercerai.

11. Dhemit ora ndulit, setan ora doyan

Berupa doa dan harapan agar selalu diberi keselamatan, tidak ada suatu halangan dan rintangan.

12. Tuna sathak bathi sanak

Merugi harta tapi mendapatkan sahabat.

13. Nabok nyilih tangan.

Menggambarkan orang yang tidak berani menghadapi musuhnya dan meminta bantuan orang lain diam-diam.

14. Becik ketitik, ala ketara.

Perbuatan baik akan selalu dikenali, dan perbuatan buruk nantinya juga akan diketahui juga.

15. Adigang, adigung, adiguna

Mengandalkan kekuatan, kekuasaan dan kepintarannya.

16. Cuplak andheng-andheng, yen ora pernah panggonane bakal disingkirake

Orang yang menyebabkan keburukan maka semua kebaikannya akan terhapus.

17. Kakehan gludug kurang udan

Terlalu banyak bicara namun tidak pernah memberi bukti.

18. Sembur-sembur adus, siram-siram bayem

Sebuah tujuan yang terlaksana karena mendapat dukungan banyak orang.

19. Dandhang diunekake kuntul, kuntul diunekake dandhang

Perkara yang buruk dianggap baik, sedangkan yang baik dianggap buruk.

20. Emprit abuntut bedhug

Masalah yang awalnya kecil akhirnya berujung besar.

Pepatah Jawa Kuno Inspiratif

©Pixabay

Berikut, beberapa contoh pepatah Jawa kuno inspiratif, bisa disimak:

21. Jagakake endhoge si blorok

Berharap pada sesuatu yang belum pasti.

22. Jalma angkara mati murka

Mendapat kesulitan karena kemarahannya sendiri.

23. Kebat kliwat, gancang pincang

Tindakan yang tergesa-gesa pasti tidak sempurna.

24. Pitik trondhol diumbar ing padaringan

Orang yang diberi kepercayaan barang berharga, pada akhirnya hanya bisa menghabiskannya.

25. Bathok bolu isi madu

Menggambarkan orang dari kalangan bawah tapi kaya ilmu pengetahuan.

26. Beras wutah arang bali menyang takere

Menggambarkan sesuatu yang sudah rusak tidak akan bisa kembali sama seperti semula.

27. Busuk ketekuk, pinter keblinger

Orang bodoh ataupun pandai suatu saat sama-sama akan mengalami keusulitan.

28. Gupak pulute ora mangan nangkane

Sudah ikut berjuang susah payah, tapi tidak ikut menikmati hasilnya.

29. Kacang ora ninggal lanjaran

Kebiasaan anak selalu meniru dari orang tuanya

30. Ngalem legining gula

Memuji seseorang yang nyatanya memang benar-benar terbukti.

31. Dadiya banyu emoh nyawuk, dadiya godhong emoh nyuwek, dadiyo suket emoh nyenggut

Menggambarkan orang yang saking jengkelnya hingga tidak mau bertegur sapa lagi.

32. Desa mawa cara, negara mawa tata

Setiap daerah memiliki adat istiadat atau aturan yang berbeda.

33. Dudu sanak dudu kadang, yen mati melu kelangan

Meskipun tidak ada ikatan darah, namun terasa sudah seperti bagian dari keluarga, yang jika ada duka, ikut merasa sedih dan kehilangan.

34. Kebo mulih menyang kandhange

Sejauh-jauh seseorang pergi, akhirnya akan pulang ke kampung halamannya.

35. Tunggak jarak mrajak tunggak jati mati

Perkara jelek merajalela sedangkan perkara baik tinggal sedikit.

36. Maju tatu mundur ajur

Masalah yang dihadapi bersifat serba salah.

37. Ngajari bebek nglangi

Pekerjaan yang tidak ada manfaatnya.

38. Kendel ngringkel, dhadang ora godak

Mengaku berani dan pintar, kenyataannya penakut dan bodoh.

39. Kesandhung ing rata, kebentus ing tawang

Menemui musibah yang tidak disangka-sangka.

40. Kumenthus ora pecus

Menggambarkan orang yang banyak membual tanpa bukti dan perbuatan yang becus.

Pengertian dan Ciri-Ciri Pepatah

readingrockets.org

Setelah menyimak contoh pepatah Jawa kuno populer, berikutnya akan dijelaskan pengertian dan ciri-cirin pepatah. Pepatah adalah ungkapan atau kalimat pendek yang mengandung makna dan nasihat bijak.

Pepatah sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari untuk memberikan pengajaran atau petuah kepada seseorang. Pepatah biasanya berbentuk kiasan dan menggambarkan nilai-nilai kehidupan yang berlaku dalam masyarakat.

Ciri-ciri pepatah antara lain:

  1. Singkat dan Padat: Pepatah terdiri dari kalimat yang singkat, tidak panjang, tetapi mengandung makna yang dalam dan jelas.
  2. Mengandung Nasihat atau Pengajaran: Pepatah selalu mengandung nilai-nilai moral, etika, atau nasihat yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.
  3. Bersifat Umum: Pepatah memiliki sifat umum dan universal, sehingga dapat diterapkan dalam berbagai situasi dan konteks kehidupan.
  4. Berbentuk Kiasan atau Perumpamaan: Banyak pepatah menggunakan perumpamaan atau kiasan yang menggambarkan suatu keadaan atau situasi tertentu untuk menyampaikan pesan moral.
  5. Mudah Diingat: Karena singkat dan padat, pepatah mudah diingat dan dihafal oleh banyak orang.
  6. Berhubungan dengan Budaya dan Tradisi: Pepatah sering kali mencerminkan budaya, tradisi, dan kebijaksanaan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Fungsi Pepatah

© Negative Space

Setelah menyimak contoh pepatah Jawa kuno penuh makna, terakhir akan dijelaskan fungsi pepatah. Pepatah memiliki beberapa fungsi yang penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

Berikut adalah penjelasan mengenai fungsi-fungsi pepatah:

  1. Memberikan Nasihat dan Petuah: Pepatah berfungsi sebagai alat untuk memberikan nasihat atau petuah bijak kepada orang lain. Nasihat ini biasanya terkait dengan moral, etika, dan tata krama dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Mengajarkan Nilai-nilai Kehidupan: Pepatah mengandung nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Dengan menggunakan pepatah, orang tua atau pemimpin dapat mengajarkan generasi muda tentang nilai-nilai seperti kejujuran, kerja keras, kebijaksanaan, dan kehormatan.
  3. Memperkuat Komunikasi: Dalam komunikasi, pepatah digunakan untuk memperkuat atau memperjelas pesan yang ingin disampaikan. Pepatah yang tepat dapat membuat pesan menjadi lebih kuat dan lebih mudah dipahami oleh pendengar.
  4. Melestarikan Budaya dan Tradisi: Pepatah adalah bagian dari warisan budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi. Dengan menggunakan pepatah, masyarakat menjaga dan melestarikan tradisi serta kebijaksanaan lokal yang menjadi identitas budaya mereka.
  5. Memperindah Bahasa: Penggunaan pepatah dalam percakapan atau tulisan dapat memperindah bahasa. Pepatah memberikan nuansa artistik dan keindahan tersendiri dalam berkomunikasi.
  6. Menghibur dan Mengatasi Konflik: Pepatah sering digunakan untuk menghibur atau meredakan ketegangan dalam suatu situasi. Dalam konflik atau perselisihan, pepatah dapat digunakan sebagai alat untuk menenangkan dan mencari solusi yang bijak.
  7. Mengungkapkan Pengalaman Kolektif: Pepatah mencerminkan pengalaman dan kebijaksanaan kolektif masyarakat. Melalui pepatah, pengalaman-pengalaman ini dapat disampaikan dengan cara yang ringkas dan efektif, sehingga dapat dengan mudah diingat dan diaplikasikan.
(mdk/ayi)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.