4 Potret Rumah Ngadiyo, Lokasi Utama Syuting KKN di Desa Penari yang Hendak Dijual
Berbeda dengan lokasi “Desa Penari” yang diduga berada di daerah Banyuwangi, syuting film itu dilakukan pada beberapa tempat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu tempat utama pengambilan gambar itu berada di Rumah Ngadiyo. Kabarnya rumah itu akan segera dijual
Baru-baru ini, film “KKN di Desa Penari” menjadi perbincangan hangat setelah resmi menjadi film terlaris sepanjang masa di Indonesia. Film itu diangkat dari sebuah kisah nyata yang diceritakan di Twitter tentang pengalaman seram sekelompok mahasiswa yang sedang menjalani KKN.
Berbeda dengan lokasi “Desa Penari” yang diduga berada di daerah Banyuwangi, syuting film itu dilakukan pada beberapa tempat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu tempat utama pengambilan gambar itu berada di Rumah Ngadiyo. Berlokasi di Padukuhan Ngluweng, Kalurahan Ngleri, Gunungkidul, kabarnya rumah itu akan dijual.
Berikut ini adalah beberapa potret Rumah Ngadiyo yang dijadikan lokasi utama pengambilan gambar Film KKN di Desa Penari:
Lokasi Utama Pengambilan Film KKN di Desa Penari
©YouTube/Cerita Gunungkidul
Dilansir dari kanal YouTube Cerita Gunungkidul pada Rabu (18/5), Rumah Ngadiyo merupakan lokasi utama pengambilan gambar film “KKN di Desa Penari”. Tak hanya Rumah Ngadiyo, di Padukuhan Ngluweng sendiri ada empat rumah yang dijadikan tempat pengambilan gambar film itu yaitu Rumah Ngadinah, Ngatimin, Marsono, dan Ngadiyo.
Rumah Ngadiyo sendiri merupakan tempat pengambilan gambar di mana ada warga yang mengintip Widya namun yang terlihat hanya ular besar. Rumah ini juga dijadikan tempat pengambilan gambar di mana Bayu melempar kepala monyet dan tempat tubuh Bima dan Ayu terbujur kaku sebelum meninggal dunia.
Rumah Tua
©YouTube/Cerita Gunungkidul
Dalam video yang diambil oleh akun YouTube Cerita Gunungkidul, tampak rumah tempat syuting itu merupakan rumah tua. Dari luar, rumah itu berbentuk limas dan banyak bagiannya yang terbuat dari kayu.
Dari dalam, tampak atap rumah itu sudah banyak yang berlubang dan menjadi tempat masuknya sinar matahari. Rumah itu sendiri telah ditinggal penghuninya sekitar setahun yang lalu. Artinya saat syuting film itu, rumah ini masih ditempati.
Lokasinya Terpencil
©YouTube/Cerita Gunungkidul
Lokasi rumah tua itu memang cukup terpencil. Di sekelilingnya tidak ada rumah lain, melainkan pepohonan jati dan juga tanah berbukit. Untuk menjangkau rumah ini saja, pengunjung harus melewati jalan terjal sejauh beberapa meter.
Kini, rumah itu tidak berpenghuni. Kabarnya rumah itu ditinggal pemiliknya setelah proses syuting film “KKN di Desa Penari”.
Ditinggal Pemilik
©YouTube/Cerita Gunungkidul
Muncul isu rumah itu ditinggal pemilik karena rasa takut. Namun isu ini langsung ditampik Ngatemi, anak menantu dari Ngadiyo. Dia mengatakan kalau mertuanya sudah sakit-sakitan sehingga tidak bisa bekerja lagi seperti sedia kala.
Oleh karena itu ia dan suaminya memutuskan untuk mengajak Ngadiyo tinggal bersama. Apalagi rumah tua itu jauh dari tetangga sekitar, jadi aktivitas Ngadiyo sulit terpantau. Oleh karena itu pihak keluarga memutuskan menjual rumah itu seharga Rp40 juta.
(mdk/shr)