4 Jenis Olahraga untuk Ibu Hamil Trimester Ketiga, Bantu Jaga Kesehatan Jantung
Bagi Anda yang sedang memasuki masa ini, terdapat beberapa jenis olahraga untuk ibu hamil trimester ketiga yang bisa dicoba. Beberapa jenis olahraga ini dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang agar tetap aman dilakukan dan tidak menimbulkan risiko berbahaya.
Melakukan aktivitas olahraga memang menjadi salah satu cara menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Aktivitas ini pun penting dilakukan oleh setiap orang, termasuk wanita atau ibu hamil. Dalam hal ini, kegiatan olahraga dapat membantu menjaga kesehatan jantung ibu, mengontrol tekanan darah dengan baik, menjaga keseimbangan mood, hingga mengendalikan kenaikan berat badan yang berlebihan saat hamil.
Bukan hanya itu, kegiatan olahraga yang dilakukan rutin selama masa kehamilan juga baik untuk menjaga kesehatan janin di dalam kandungan. Dalam hal ini, janin dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di setiap trimesternya.
Di samping itu, melakukan olahraga ringan dan sesuai aturan dapat membantu janin mendapatkan posisi yang nyaman dan tepat sebelum proses persalinan. Hal ini tentu saja penting dilakukan pada kehamilan trimester ketiga.
Bagi Anda yang sedang memasuki masa ini, terdapat beberapa jenis olahraga untuk ibu hamil trimester ketiga yang bisa dicoba. Beberapa jenis olahraga ini dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang agar tetap aman dilakukan dan tidak menimbulkan risiko berbahaya. Jenis olahraga untuk ibu hamil ini dapat berupa berjalan kaki, berenang, aqua aerobics, yoga, pilates, hingga bodyweight workout.
Dilansir dari situs Healthline, berikut merdeka.com telah merangkum beberapa jenis olahraga untuk ibu hamil trimester ketiga yang bisa menjadi rekomendasi Anda.
Berjalan Kaki atau Jogging
©nasm.org
Jenis olahraga untuk ibu hamil trimester ketiga yang pertama adalah berjalan kaki atau jogging. Aktivitas jalan kaki merupakan jenis olahraga yang paling baik untuk ibu hamil. Namun, bagi sebagian orang yang merasa kurang cukup hanya dengan berjalan kaki, bisa mencoba jogging ringan. Latihan ini dapat meningkatkan kesehatan jantung pada ibu hamil.
Namun perlu diingat, aktivitas olahraga seperti jogging tetap harus memerhatikan durasi dan intensitas yang cukup dan tidak berlebihan. Jika sudah terbiasa dengan aktivitas jogging sebelum hamil, sebaiknya Anda mulai mengurangi durasi dan intensitasnya selama masa kehamilan.
Bahkan ketika tubuh terasa kurang baik, sebaiknya memperlambat gerakan atau berhenti berjalan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko buruk yang mungkin terjadi pada tubuh maupun janin dalam kandungan.
Berenang atau Aqua Aerobics
©2019 Merdeka.com/Pixabay
Jenis olahraga untuk ibu hamil trimester ketiga selanjutnya bisa didapatkan melalui aktivitas berenang atau aqua aerobics. Seperti diketahui, olahraga renang mempunyai manfaat baik bagi ibu hamil. Tidak lain dapat membantu menghilangkan rasa pegal dan lelah pada kaki hingga punggung serta dapat mencegah kepanasan.
Selain berenang, Anda juga bisa mencoba beberapa latihan atau olahraga air lainnya, seperti zumba di dalam air, aqua jogging atau berjalan di dalam air, hingga latihan sepeda stasioner yang diletakkan di dalam air. Beberapa jenis olahraga air ini sangat baik untuk menggerakkan otot-otot tubuh ibu hamil dan membantunya untuk lebih rileks.
Namun perlu diingat, meskipun dilakukan di dalam air beberapa jenis olahraga tersebut juga mampu menghasilkan keringat pada tubuh. Sehingga, Anda tetap perlu mencukupi cairan tubuh dengan cukup selama berolahraga. Sama halnya jika melakukan aktivitas olahraga di luar air. Dengan begitu, tubuh bisa menjadi sehat dan tetap bugar setelah berolahraga.
Yoga dan Pilates
©nasm.org
Jenis olahraga untuk ibu hamil trimester ketiga berikutnya bisa dilakukan dengan jenis latihan low-impact. Jenis latihan ini bisa berupa yoga, pilates, atau bersepeda. Beberapa jenis latihan ini sangat baik untuk menggerakkan dan melenturkan otot tubuh. Sehingga tubuh menjadi bugar dan kuat saat proses persalinan berlangsung.
Diketahui, berbagai gerakan yang biasa dilakukan dalam latihan pilates berfungsi untuk memperkuat otot perut bagian dalam, meningkatkan postur tubuh secara keseluruhan, dan sangat baik untuk memberikan kekuatan dorongan yang lebih baik saat persalinan.
Di samping itu, latihan yoga juga baik dilakukan untuk meredakan kecemasan dan depresi yang terkadang menjadi masalah bagi sebagian ibu hamil. Bahkan berdasarkan penelitian, ibu hamil yang melakukan yoga selama 20 menit secara rutin terbukti memiliki suasana hati yang baik, rasa sakit pada tubuh yang semakin berkurang, hingga mengurangi risiko persalinan prematur dan sesar.
Meskipun begitu, sebaiknya, Anda mengikuti kelas yoga atau pilates yang dilakukan khusus untuk ibu hamil. Sebab biasanya gerakan-gerakan yoga dan pilates untuk ibu hamil akan dimodifikasi sehingga aman dilakukan dan tidak menimbulkan risiko berbahaya bagi janin.
Latihan Bodyweight
©nasm.org
Jenis olahraga untuk ibu hamil trimester ketiga yang terakhir bisa dilakukan dengan latihan bodyweight. Latihan bodyweight ini merupakan latihan beban tubuh yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan. Latihan ini dapat berupa gerakan squat, gerakan plank yang dimodifikasi lebih ringan, atau latihan push up pad dinding.
Perlu diketahui, ibu hamil sebaiknya menghindari latihan ab workout yang melibatkan posisi telentang. Sebab, ibu hamil yang berbaring telentang dalam waktu lama sangat tidak dianjurkan untuk tujuan kesehatan. Sebagai alternatif dapat berbaring dengan posisi miring untuk membantu menstabilkan otot dan bagian tubuh lain. Seperti pinggul luar, paha bagian dalam, dan paha belakang.
Selain itu, jika ingin menggunakan tambahan beban sebaiknya pilih beban yang ringan. Alat beban ini bisa digunakan untuk meningkatkan kekuatan otot lengan dengan baik.