4 Februari: Peringatan Hari Kanker Sedunia, Berikut Sejarah Lengkapnya
Setiap tanggal 4 Februari selalu diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia. Peringatan ini bertujuan agar masyarakat memiliki kesadaran akan pentingnya upaya pencegahan kanker. Selain itu, peringatan Hari Kanker Sedunia juga diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan manusia terkait penyakit kanker.
Setiap tanggal 4 Februari selalu diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia. Peringatan ini bertujuan agar masyarakat memiliki kesadaran akan pentingnya upaya pencegahan kanker. Selain itu, peringatan Hari Kanker Sedunia juga diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan manusia terkait penyakit kanker.
Sebagaimana kita tahu, kanker adalah salah satu penyakit mematikan yang ada di dunia. Setidaknya ada dua faktor yang kerap menjadi penyebab kanker, yaitu faktor internal (seperti keturunan) dan faktor eksternal (misalnya, obesitas, pola hidup tidak sehat, dan lainnya).
Melansir dari Medical News Today, hingga kini belum ada obat atau terapi khusus yang menjamin kanker dapat sembuh total dan tidak kambuh lagi. Meski demikian, penyakit kanker tetap bisa dicegah dan dideteksi sejak dini. Oleh karenanya, setiap orang diharapkan memiliki pengetahuan dan kesadaran akan penyakit kanker.
Mengingat pentingnya kesadaran global dalam upaya pencegahan kanker, Hari Kanker Sedunia perlu diperingati setiap tahunnya. Selain sebagai upaya pencegahan, peringatan ini juga sebagai bentuk solidaritas terhadap penderita kanker di dunia.
Lantas, bagaimana sebenarnya sejarah Hari Kanker Sedunia? Simak ulasannya yang merdeka.com lansir dari laman resmi WHO:
Sejarah Hari Kanker Sedunia
©2015 merdeka.com/imam buhori
Hari Kanker Sedunia yang selalu diperingati setiap tahun bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global akan kanker. Sejarah Hari Kanker Sedunia sendiri berawal dari pertemuan KTT Dunia pada tahun 2000 silam.
Pada pertemuan KTT tersebut, para pemimpin lembaga pemerintah dan organisasi kanker di seluruh dunia menandatangani Piagam Paris Against Cancer, sebuah dokumen yang berisi 10 artikel yang menjabarkan komitmen global koperasi.
Dalam artikel tersebut, dijelaskan mengenai peningkatan kualitas hidup pasien kanker, untuk investasi berkelanjutan dalam dan kemajuan penelitian, pencegahan, dan pengobatan kanker.
Kesadaran kanker menjadi sangat penting di abad ke-21. Banyak sekali kemajuan dalam pemahaman, diagnosis, pengobatan kanker, dan faktor-faktor pada penurunan penyakit. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, setidaknya ada 8,1 juta kasus baru yang didiagnosis pada 1990, 10 juta pada 2020, 12,4 juta pada 2008, dan 14,1 juta pada 2021.
WHO juga menjelaskan jika kasus kanker terus tumbuh pada tingkat yang dilaporkan, jumlah kematian di seluruh dunia akibat kanker akan meningkat menjadi lebih dari 13,1 juta pada 2030. Oleh karenanya, melalui Hari Kanker Sedunia ini diharapkan semua pihak memiliki kesadaran akan pentingnya pencegahan kanker, seperti menerapkan pola makan sehat dan olahraga secara teratur.
Sejarah Panjang Upaya Manusia Melawan Kanker
©www.telegraph.co.uk
Usaha manusia dalam melawan penyakit kanker memiliki sejarah yang sangat panjang. Ada beberapa bukti dari masa ke masa yang menunjukkan bagaimana upaya manusia dalam memerangi penyakit mematikan ini.
Tercatat dalam sejarah, kemunculan kanker pada manusia sudah terjadi saat penemuan tulang mumi Mesir yang diduga mengalami kanker. Sementara catatan medis yang ditinggalkan Papyrus 3000 SM silam menunjukkan adanya usaha untuk mengangkat tumor payudara dengan alat yang disebut dengan fire drill.
Pada zaman itu, hampir semua ahli berpendapat bahwa tidak ada obat untuk penyakit kanker. Ini bahkan terjadi beribu-ribu tahun sebelum penyakit ini memiliki nama. Hippocrates, seorang dokter Yunani kuno (460-370 SM) menggunakan istilah karsinoid dan karsinoma untuk menggambarkan tumor, yang diterjemahkan dalam bahasa latin menjadi cancer. Semua istilah tersebut berarti kepiting yang diduga merujuk pada bentuk tumor.
Sementara itu pada abad ke-18, otopsi membantu meningkatkan pemahaman para ilmuwan mengenai tubuh manusia. Seorang ahli bedah perintis John Hunter (1728-1793) menyarankan bahwa beberapa jenis kanker dapat disembuhkan dengan operasi.
Orang-orang pada masa Mesir kuno menyalahkan para dewa atas kanker, sedangkan pada abad ke-17 dan ke-18 kanker dianggap sebagai penyakit menular.
Perkembangan anestesi pada abad ke-19 memungkinkan operasi seperti mastektomi untuk dikembangkan, sementara terapi radiasi muncul pada pergantian abad ke-20.
Ini adalah masa di mana muncul beberapa terobosan baru. Ini termasuk pemahaman tentang DNA dan link genetik untuk kanker, program pemeriksaan, teknik bedah invansif dan program kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kesadaran risiko kanker.
Tantangan Penyakit Kanker Saat Ini
pinterest.com
Sebagaimana kita tahu, kanker adalah penyakit paling mematikan di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di dalam tubuh. Sehingga, hal ini dapat memicu terjadinya kerusakan sel normal di bagian tubuh lainnya.
Tubuh manusia terdiri triliunan sel yang tersebar di setiap organ. Yang mana sel ini dapat bertumbuh, berkembang, menua dan mati, lalu kembali tergantikan oleh sel baru. Sayangnya, sel ini bisa bekerja secara abnormal tanpa kendali.
Salah satu jenis kanker yang paling banyak dialami oleh masyarakat ialah kanker prostat. Menurut data Globocan, pada 2018 terjadi sebanyak 348.809 kasus baru kanker, di mana 11.361 di antaranya merupakan penderita kanker prostat. Di Indonesia sendiri, angka kematian akibat kanker prostat mencapai 5.007 jiwa.
Melansir dari Healthline, kanker prostat merupakan jenis kanker yang berkembang di dalam kelenjar dan biasa dialami oleh pria. Sebagian besar penderita penyakit ini berusia di atas 65 tahun. Meski berkembang secara perlahan, namun kanker prostat dapat menyebabkan kematian jika tidak segera atasi.
Maka dari itu, adanya peringatan Hari Kanker Sedunia setiap tanggal 4 Februari diharapkan mampu menyadarkan semua pihak agar selalu memiliki kesadaran dalam upaya pencegahan kanker. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker antara lain mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi, olah raga secara teratur, dan penerapan pola hidup sehat lainnya.