LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

4 Cara Menghitung Biaya Listrik yang Benar, Mudah Dipraktikkan

Sebagai pengguna listrik pasca bayar, sering kali kita khawatir saat bulan baru tiba. Oleh karena itu, agar tidak was-was terhadap lonjakan pemakaian listrik, sebaiknya mengetahui cara menghitung biaya listrik yang benar.

2020-08-05 13:20:00
Tarif Listrik Naik
Advertisement

Selama terjadi wabah pandemi Covid-19 telah menyebabkan aktivitas atau kebiasaan manusia berubah. Tentunya kebiasaan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus ini agar tidak meluas. Salah satu cara yang dilakukan untuk mengatasi wabah penyakit ialah menerapkan physical distancing yang telah kita jalankan beberapa bulan.

Pemerintah mengharuskan setiap warga negara untuk melakukan berbagai macam aktivitas seperti kerja dan belajar di rumah. Sehingga selama berada di rumah akan meningkatkan penggunaan alat-alat elektronik seperti kipas angin, televisi, smartphone, komputer dan lain sebagainya. Banyaknya penggunaan barang-barang elektronik ini tentu saja juga meningkatkan tagihan listrik.

Sebagai pengguna listrik pasca bayar, sering kali kita khawatir saat bulan baru tiba. Oleh karena itu, agar tidak was-was terhadap lonjakan pemakaian listrik, sebaiknya mengetahui cara menghitung biaya listrik yang benar. Mengetahui biaya listrik ini bukan cuma kira-kira, namun dengan perhitungan pasti berdasarkan jumlah watt yang telah dikonsumsi.

Advertisement

Lantas, bagaimana cara menghitung biaya listrik yang benar? Simak penjelasannya yang merdeka.com lansir dari Liputan6.com berikut ini.

1. Mengetahui Golongan Tarif Listrik

Advertisement

©2016 Merdeka.com

Cara menghitung biaya listrik yang pertama ialah mengetahui golongan tarif listrik rumah Anda. Masing-masing tingkatan golongan daya listrik konsumen berbeda-beda, ada yang 900 VA, 2.200 VA, hingga 6.600 VA. Beberapa tingkatan daya listrik tersebut juga dikenakan tarif yang berbeda.

Untung golongan 900 VA non subsidi, saat ini dikenakan biaya Rp. 1.352,00 per kWh, sedangkan untuk yang 1.300 VA-6.600 VA ke atas, tarifnya Rp. 1.467,28 per Kwh. Sehingga jika rumah Anda memakai daya 2.200 VA, maka listrik terkena tarif 1.467,28 Kwh.

2. Cek Semua Barang Elektronik

Setelah mengetahui golongan listrik di rumah, cara menghitung biaya listrik berikutnya yaitu mengecek satu persatu barang-barang elektronik atau perabotan yang menyedot listrik. Hal ini untuk memudahkan Anda dalam mengetahui biaya listrik yang harus dikeluarkan, contohnya sebagai berikut:

• 10 lampu (LED), 5 lampu dengan daya 5 watt, 5 lampu 10 watt

• 3 unit AC ½ PK dengan daya 400 watt

• 1 unit LED TV 43 inci dengan daya 75 watt, 1 unit LED TV 24 inci dengan daya 35 watt

• 1 set sound system dengan daya 10 watt

• 1 setrika listrik dengan daya 350 watt

• 1 unit kulkas dengan daya 300 watt

• 1 unit mesin cuci dengan daya 350 watt

• 1 unit pompa air dengan daya 200 watt

• 1 unit rice cooker dengan daya

Setelah Anda mencatat semua barang-barang elektronik serta daya yang dibutuhkan di rumah, maka langkah berikutnya mengilustrasikan berapa lama perangkat tersebut diaktifkan. Beberapa peralatan elektronik seperti kulkas memang harus diaktifkan setiap hari, namun AC dan lampu tentu dimatikan saat tidak diperlukan. Begitu juga dengan mesin cuci, rice cooker, hingga pompa air.

3. Estimasi Konsumsi Tarif Listrik

©Shutterstock.com/nikkytok

• 10 lampu dinyalakan dari pukul 18.00-06.00 (12 jam). Maka total daya dari lampu dalam satu hari adalah (5 x 5 watt x 12 jam) + (5 x 10 watt x 12 jam)=900 watt

• 3 unit AC yang dipasang ketika dinyalakan ketika waktunya tidur. Sebut saja pukul 21.00 hingga 05.00 alias 8 jam. Maka total daya dari penggunaan AC dalam sehari adalah 3 x 400 x 8=9.600 watt

• LED TV (24 inci) di kamar menyala maksimal 4 jam sehari karena sampai rumah sudah malam, konsumsi dayanya dalam sehari 35 watt x 4 jam=140 watt

• LED TV satunya di ruang keluarga (43 inci) bisa dinyalakan agak lama oleh anak-anak, rata-rata bisa 6-7 jam sehari. Perhitungan konsumsi dayanya 75 watt x 6 jam=450 watt

• Setrika listrik yang dipakai selama dua jam, maka konsumsi dayanya 350 x 2=700 watt

• Kulkas, tentunya menyala selama 24 jam, jadi konsumsi dayanya 300 x 24=7.200 watt

• Mesin cuci yang dipakai selama dua jam sehari. Maka dayanya 350 x 2=700 watt

• Pompa air dipakai 2 kali sehari, rata-rata 2 jam, konsumsi dayanya 200 x 4=400 watt

• Rice cooker untuk memasak pagi, 350 watt x 1=350 watt. Penghangat baru dipasang kalau akan makan malam, sekitar ½ jam 77 watt x ½=38,5 watt

4. Cara Menghitung Biaya Listrik dalam Satu Hari

Cara menghitung biaya listrik berikutnya, yaitu menjumlahkan total konsumsi daya listrik dari masing-masing barang elektronik di atas. Adapun hasilnya sebagai berikut:
900 watt + 9.600 watt + 140 watt + 450 watt + 700 watt + 7.200 watt + 700 watt + 400 watt + 350 watt + 38,5 watt=20.475,5 watt dalam sehari.

Namun, hal yang perlu di garis bawahi adalah hitungan tarif listrik menggunakan satuan Kwh alias Kilowatt per hour atau jam. Untuk mendapatkan satuan Kwh, maka 20.475,5 watt : 1.000=20,475 kWh.

Jika telah mendapatkan angka konsumsi listrik dalam satuan Kwh tersebut, Anda harus mengalikan dengan tarif dasar listrik per golongan. Jika per Kwh adalah Rp 1.467,28 maka biaya listrik dalam sehari adalah:20,475 Kwh x Rp 1.467,28=Rp 30.004,256

Apabila dalam sehari biaya listrik sebesar itu, maka tagihan listrik dalam sebulan kurang lebih:

Rp 30.004,256 x 30 hari=Rp 901.276,7

Namun, hal yang perlu diperhatikan ialah bahwa barang elektronik tersebut benar-benar aktif dalam waktu yang tertera.

Cara Agar Tagihan Listrik Tidak Melonjak

Saat terjadi Pandemi Covid-19, kebutuhan listrik meningkat tajam. Hal ini berpengaruh terhadap biaya tagihan listrik yang terus melonjak. Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda coba agar tagihan listrik tidak melonjak selama Pandemi Covid-19.

• Mengatur Pemakaian Peralatan Elektronik

Tips agar tagihan listrik tidak membengkak yang pertama ialah mengatur pemakaian peralatan elektronik dengan bijak. Penghematan daya bisa Anda lakukan dengan cara mengurangi penggunaan alat-alat elektronik, seperti mesin cuci, televisi, AC dan lainnya.

Mengatur penggunaan elektronik ini menjadi salah satu cara paling efektif untuk menghemat daya listrik, sehingga tagihan listrik dapat stabil dan tidak mengalami lonjakan.

• Matikan Lampu yang Tidak Diperlukan

Salah satu cara menghemat daya listrik yang dapat Anda lakukan ialah dengan mematikan lampu yang tidak diperlukan. Saat malam tiba, pastikan semua lampu di rumah yang tidak digunakan untuk dimatikan dan sisakan satu lampu yang dapat menerangi satu ruangan.

Di samping itu, saat pagi hari tiba pastikan untuk segera mematikan lampu setelah digunakan. Apabila hal ini secara rutin dilakukan, maka dipercaya efektif untuk menghemat daya listrik, sehingga tidak terjadi tagihan listrik yang membengkak.

• Memilih Alat Elektronik yang Hemat Listrik

Tips agar tagihan listrik tidak melonjak selama Covid-19 berikutnya ialah memilih peralatan elektronik yang hemat listrik. Kini telah banyak peralatan elektronik yang didesain memiliki daya hemat listrik. Sehingga hal ini bisa Anda manfaatkan untuk mengganti beberapa peralatan elektronik yang memerlukan daya besar, seperti mengganti lampu biasa dengan LED dan lain sebagainya.

Berbagai macam peralatan elektronik yang hemat energi kini telah tersedia di pasaran. Beberapa barang tersebut bisa Anda pilih untuk mengganti barang elektronik lama yang biasanya memerlukan daya yang besar.

(mdk/jen)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.