Warga Pondok Indah bohong, shelter busway selalu ramai penumpang
"Di sini ramai loh mas, dari Lebak Bulus sini aja bisa sampai 2000-3000 orang per hari. masa sepi," ujar Rusdi.
Desakan sebagian warga Pondok Indah terhadap permintaan pemindahan jalur TransJakarta ke Pondok Pinang masih hangat diperbincangkan. Permasalahan ini memanas ketika beritanya mulai sampai ke Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Jokowi dan Ahok. Mereka tampak cuek menanggapi protes sebagian warga terkait keinginan untuk memindah jalur busway tersebut.
Sama halnya dengan Jokowi dan Ahok, sebagian besar pengguna busway di kawasan Pondok Indah mengaku kawasannya selalu ramai penumpang dan enggan jalurnya dipindahkan ke Pondok Pinang.
"Kalau dipindah jalurnya ke Pondok Pinang saya nggak setuju mas, tapi kalau memang mau ditambah jalur ke arah sana itu saya setuju. Di sini ramai penumpang walaupun nggak sebanyak di pusat kota sana," kata Ibu Pipin warga Pondok Pinang, saat ditemui merdeka.com di shelter busway koridor VIII, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (4/6).
Hal yang sama juga dikatakan oleh Sugiansah. Warga asli Pamulang ini menampik bahwa shelter busway di kawasan Pondok Indah sepi penumpang. Menurutnya sebagian besar penumpang setia busway di tempat tersebut adalah mayoritas pekerja kantoran yang enggan menggunakan kendaraan pribadi.
"Di sini ramai mas penumpangnya. Penumpang di sini rata-rata kan karyawan-karyawan yang kerjanya mungkin dari daerah pusat, seperti saya nih contohnya. Jadi memang yang naik busway ini mungkin emang orang yang nggak punya kendaraan sendiri atau malah lebih seneng naik busway. Saya sendiri lebih suka naik busway, naik angkot juga biasanya," ujar Sugiansah.
Lain halnya dengan Tugimin. Tukang ojek ini malah mengaku mengeluh karena tidak ada renovasi jalur busway. Namun demikian ia membantah jika shelter busway di kawasan Pondok Indah terbilang sepi, menurutnya busway yang ada sekarang membuat dampak kemacetan karena belum adanya jalur yang bagus.
"Sepi sih nggak mas. Rame mas di sini, kalau penumpang saya bilang selalu banyak. Tapi kalau saya mau bilang nih ya, masalahnya sekarang yang perlu dibenahin cuma jalurnya aja kok, bukannya malah dipindahin. Itu busway tiap hari masih campur aduk sama kendaraan lain, mobil motor masuk-masuk aja ke jalur busway, busway juga kayak gitu, sering keluar dari jalurnya, ini bikin padat jalanan, jadi macet. Kalau mau tambah jalur ke arah Pondok Pinang, setuju-setuju aja lah, semoga bisa mengurangi kemacetan ya," kata Tugimin di pangkalan ojek Terminal Lebak Bulus.
Selain itu, pendapat yang sama juga dilontarkan oleh pegawai TransJakarta, Rusdi. Dirinya juga membantah jika di shelter-shelter kawasan Pondok Indah sepi penumpang. Menurutnya penumpang yang menggunakan bus berbahan bakar gas ini tidak bisa dibohongi dengan data tiket yang sudah terbeli di shelter. Rusdi mengaku senang jika ada tambahan jalur busway ketimbang penghapusan jalur.
"Di sini (Koridor VIII) ramai loh mas, dari Lebak Bulus sini aja bisa sampai 2000-3000 orang per hari. Saya rasa angka segitu masa dibilang sepi mas. Mas bisa lihat sendiri di sini pintu loket penumpangnya udah elektrik mas. Tiap orang yang beli tiket mau naik busway kan ada data keluar masuknya tuh di pintu. Kalau mau dipindah apa nggak repot, kalau mau tambah jalur ke Pondok Pinang malah nggak papa, bisa mengurangi kemacetan," imbuh Rusdi.
Sebelumnya, sejumlah warga Pondok Indah yang tergabung dalam Panca RW melakukan musyawarah di Taman Puspita, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (2/6). Mereka meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memindahkan jalur bus Transjakarta dari jalan Metro Pondok Indah.
Menurut mereka, keberadaan Transjakarta di Jalan Metro Pondok Indah kurang begitu diminati masyarakat. Hal tersebut dapat terlihat dari jarangnya orang yang naik Transjakarta dan untuk halte-halte Transjakarta pun sering kali terlihat sepi.(mdk/hhw)