Warga Kampung Akuarium: Kalau pindah akan membebani ekonomi kami
Warga Kampung Akuarium: Kalau pindah akan membebani ekonomi kami. Sebelum digusur, warga yang berada di Kampung Akuarium sebesar 380 KK. Kini yang tetap bertahan akan terus melawan pemerintah dengan bertahan dan menyerang melalui hukum.
160 Kepala Keluarga masih bertahan di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Mereka masih tetap bertahan karena tidak ingin pindah ke rumah susun (Rusun) Rawa Bebek dan Marunda yang telah di siapkan Pemprov.
Sebelum digusur, warga yang berada di Kampung Akuarium sebesar 380 KK. Kini yang tetap bertahan akan terus melawan pemerintah dengan bertahan dan menyerang melalui hukum.
"Kalau kami pindah ke rusun, itu yang makin membebani ekonomi kami, bayangkan saja kami bekerja di sini (Kampung Akuarium) tetapi rumah di Rawa Bebek atau Marunda," kata Edi salah satu warga yang masih bertahan, Kamis (1/6).
Terlihat berdiri kokoh spanduk berukuran 3 x 4 dengan tulisan 'Presiden, penggusuran bukan solusi' di tengah-tengah Kampung Akuarium. Sampai sekarang warga Kampung Akuarium belum tahu bila mereka digusur tanah tersebut untuk apa. Menurut Edi, bila tanah milik pemerintah harusnya ada plang yang menandakan bahwa tanah tersebut milik pemerintah.
"Menurut saya sih tanah ini untuk kepentingan pengembangan, apalagi untuk dijadikan dermaga ke Pulau G" ungkap Edi yang sudah tinggal 22 tahun.
Edi juga menjabarkan bahwa Kampung Akuarium merupakan daerah yang paling strategis menuju Pulau G. Edi pun juga menepis bahwa mereka tetap bertahan karena adanya janji dari pasangan gubernur terpilih Anies-Sandi, "Bukan karena dia, setelah ini digusur tahun lalu, dua hari kemudian kami langsung bangun lagi," ujarnya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat mengatakan tidak akan segan-segan menindak bangunan dan rumah yang kembali berdiri di daerah-daerah yang sudah ditertibkan. Djarot mengaku sudah memerintahkan Satpol PP untuk membongkar.
"Bukan hanya di Kalijodo, Ancol juga. Termasuk di Akuarium. Saya sudah perintahkan untuk bongkar. Jangan biarkan mereka terlalu lama di situ. Itu nanti akan berkembang biak mereka nanti," tegas Djarot di Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (31/5).
Setelah dibongkar, kawasan itu akan langsung diberi pagar dan ditanami tumbuhan. Tujuannya untuk mencegah bangunan liar kembali berdiri di daerah yang sudah digusur.(mdk/eko)