Warga Jakarta kecewa tak bisa takbiran di Monas
Seluruh pintu Monas ditutup rapat dan dipasang garis polisi. Beberapa personel Shabara juga disiagakan.
Warga Jakarta yang ingin merayakan malam takbiran di Monumen Nasional (Monas) harus gigit jari dan menelan rasa kecewa lantaran petugas kepolisian, petugas Satpol PP dan Dishub DKI Jakarta melarang mereka masuk ke kawasan Monas.
Seluruh pintu Monas ditutup rapat dan dipasang garis polisi. Beberapa personel Shabara juga disiagakan di setiap pintu masuk Monas.
"Enggak boleh masuk. Maksudnya tadi saya dan kawan-kawan mau takbiran di Monas," kata Sardi saat ditemui wartawan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (5/7).
Sejak sore polisi sudah memasang spanduk berisi pengumuman kepada masyarakat yang ingin berkunjung ke Monas hanya dibuka hingga pukul 17.00 WIB. Monas akan dibuka kembali pada esok hari, Rabu, 6 Juli 2016 pukul 05.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB.
Anggota Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Pusat, Nurccholis menjelaskan, pihaknya hanya melaksanakan tugas menjaga dan menertibkan saat malam takbiran di silang Monas.
"Sengaja kita jaga di sini, karena tidak boleh ada orang yang nongkrong di Monas saat malam takbiran. Kita juga larang Pedagang Kaki Lima (PKL) jualan di Monas pada malam takbiran," tutupnya.
Petugas kepolisian akan mengarahkan masyarakat yang berkeliling konvoi takbiran dari jalan Juanda ke arah Pertamina, menuju lapangan banteng. Sehingga kawasan Monas bisa steril dari arak-arakan takbiran.
(mdk/noe)