Warga Jakarta: Alhamdulillah Bisa Salat Jumat Lagi
Umat Islam di Jakarta kembali bisa menunaikan ibadah Salat Jumat sebagaimana keputusan Gubernur Gubernur DKI, Anies Baswedan pada penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase pertama.
Umat Islam di Jakarta kembali bisa menunaikan ibadah Salat Jumat sebagaimana keputusan Gubernur Gubernur DKI, Anies Baswedan pada penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase pertama.
"Ingat, kegiatan ibadah berjamaah tanpa memperhatikan protokol kesehatan di berbagai daerah dan negara sering menjadi salah satu sumber kluster penularan Covid-19," tegas Anies melalui akun media sosialnya, Jumat (5/6).
Keputusan kembali dibukanya tempat ibadah salah satunya masjid, turut disambut rasa syukur oleh warga Jakarta. Seperti halnya, Ryan (22) warga yang melaksanakan Salat di Masjid Al-Abror, Cawang, Jakarta Timur.
"Alhamdulillah seneng banget, sudah bisa salat Jumat lagi. Suasananya jadi bikin haru, karena udah lama enggak salat Jumat diganti Zuhur," ujar Ryan kepada merdeka.com, Jumat (5/6).
Ryan menerangkan dalam pelaksanaan salat Jumat di lokasinya tidak dilakukan dua gelombang. Karena masyarakat sekitar telah tertampung, di dua majid yang saling berdekatan.
Sama halnya, perasaan lebih khusyuk juga dirasakan Ijat (22) yang menjalankan Salat Jumat di Majid Nurul Huda, Kampung Makasar, Jakarta Timur.
"Alhamdulillah ya, banyak banget hikmah dari pandemi ini, orang-orang jadi lebih siap ke masjid. Soalnya kalau ke masjid harus mandi dulu, bawa sajadah sendiri dan semua aman pakai masker, suasana masjid juga terkendali engak kayak biasanya, anak-anak yang salat jadi lebih tenang, dan bisa lebih khusyuk," tutur Ijat.
"Iya lebih awal, jam 11.30 udah penuh bawah, 15 menit setelah itu langsung atas penuh, jadi pas azzan udah dipastikan maksimal dah dan udah tertib semuanya, termasuk jaga jaraknya," sambung Ijat.
Hal senada juga dilakukan Ahmad (35) warga Lubang Buaya. Dirinya sudah tiba dan mencari tempat sejak pukul 11.00 di Masjid Al-Baidhlo, Cipayung, Jakarta Timur.
"Salat Jumat tadi udah siap di masjid dari jam 11 siang. Itu aja udah rame, biasanya pada dateng jam 12 menjelang adzan, sekarang mah semuanya rata-rata lebih awal. Supaya dapet tempat juga," jelasnya.
Meski sudah diperbolehkan melaksanakan Salat Jumat, penerapan protokol kesehatan juga harus tetap dilakukan. Seperti halnya Panji (24) yang melaksanakan Salat Jumat kali ini Salat Jumat dilakukan dengan protokol-protokol kesehatan sesuai standar yang berlaku.
"Suasananya sangat ramai. warga yang ingin berjemaah wajib diukur suhu tubuhnya. Lalu pihak masjid tidak menyediakan karpet, sehingga warga banyak yg membawa sajadah sendiri. Untuk jarak shaf tidak seperti biasa, diberikan jarak," jelas Panji warga yang sholat di Masjid Al Umar, Lubang Buaya, Cipayung.
Pada penerapannya seluruh warga Jakarta yang diwawancarai mengakui, pada Salat Jumat kali ini seluruh protokol kesehatan seperti jaga jarak, membawa sejadah sendiri, penyiapan handsanitizer hingga alat pengecek suhu telah diterapkan oleh pengelola masjid.
Sementara itu, warga Jakarta Timur Abd Wahab (62) mengaku pada kesempatan Salat Jumat kali ini tidak mendapatkan tempat. Karena space yang disediakan pihak masjid masih terbatas.
"Engga kebagian tempat salat dan emang terbatas juga tempatnya. Jadi beberapa warga tadi ngertiin dan balik ke rumah lagi, diganti dengan salat Zuhur dari pada memaksa untuk berdesak-desakan bahaya nanti," terang Wahab.
(mdk/bal)