Warga di Pancoran Tak Bisa Gunakan Kamar Mandi, Tercemar Limbah Kotoran Sapi
Seluruh air selokan di sana berwarna hijau tua kecokelatan dengan kondisi mampet tak mengalir. Kondisi ini akibat tercemar kotoran sapi.
Warga Jalan Cikoko Barat III, Kelurahan Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan terganggu limbah kotoran sapi yang mencemari saluran air permukiman. Permasalahan ini sudah terjadi sejak 2002. Namun, tak kunjung terselesaikan.
Dari pantauan merdeka.com, Minggu (25/6), kotoran sapi mencemari saluran air warga RT 03, RT 05, dan RT 07 RW 05 Kelurahan Cikoko.
Seluruh air selokan di sana berwarna hijau tua kecokelatan dengan kondisi mampet tak mengalir. Kondisi ini akibat tercemar kotoran sapi.
Salah satu lansia di RT 07 bercerita, dia sudah tinggal di Jl. Cikoko Barat III selama 45 tahun. Saat hujan, semua kotoran sapi menggenangi halaman rumahnya.
"Ini kalau enggak dipel bau. Air kan meluap dari depan, ya kotoran semua. Ini habis dipelm makanya enggak bau," katanya.
Tak hanya itu, dia juga menceritakan, limbah kotoran sapi meluap di kamar mandinya. Dia menunjukkan air dan kondisi kamar mandi yang tercemar limbah kotoran sapi.
"Kasihan nenek-nenek enggak bisa pakai kamar mandi," ceritanya.
Merdeka.com berbincang dengan warga yang lain. Tidak jauh dari rumah lansia itu, ada dua orang pekerja yang sedang membangun dan memperbaiki bangunan. Dia bercerita pernah merasakan gatal-gatal usai menggunakan air.
"Dibersihin, gatal-gatal itu langsung," katanya.
Dari salah satu warga, merdeka.com mendapatkan surat dari Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Muda kepada Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Selatan usai mereka meninjau lokasi tersebut.
Dalam surat itu, sang peternak sapi diminta mengurus izin usaha ke PTSP Jakarta Selatan. Selain itu, surat tersebut juga mengkonfirmasi adanya endapan kotoran sapi di sepanjang drainase warga.
"Telah terdapat instalasi pengolahan air limbah menggunakan teknologi Anaerobic Digestion, akan tetapi kondisinya saat ini sudah tidak difungsikan," tulis surat tersebut.
Solusi jangka pendek, peternak sapi disarankan melakukan penutupan saluran air limbah ke lingkungan dan melakukan penyedotan air limbah dengan bekerjasama dengan Perumda PAL Jaya.
PJ Gubernur Janji Bantu Warga
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi mengaku sudah mendengar keluhan warga Pancoran, Jaksel. Peternakan yang berada di permukiman warga sudah berdiri sejak tahun 1980.
Heru berjanji membantu warga menangani permasalahan ini. Heru akan menginstruksikan anak buahnya untuk memproses limbah di sana.
"Jadi kan emang dari dulu di sana ada petenakan sapi kan dari tahun 80an. Ya nanti kita atasin. Kita bantu proses limbahnya," kata Heru si Jakarta Timur, Minggu (25/6).
Heru juga telah memerintahkan Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin untuk menyelesaikan permasalahan ini.
"Saya sudah minta Wali Kota Selatan," tambah Heru.