Ingin Jakarta jadi green city, Sandiaga gandeng Azbil Berca Indonesia
Sandiaga mengatakan, ide menjadikan Jakarta sebagai green city bermula ketika dirinya kedinginan saat berkantor di Balai Kota DKI Jakarta. Karena alat pengatur suhu yang digunakan merupakan AC Central. Akhirnya, dia terpikirkan untuk melakukan penghematan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjadikan ibukota sebagai green city. Langkah pertama untuk mewujudkannya dengan penghematan energi di gedung pemerintahan khususnya di Balai Kota DKI Jakarta. Dalam penerapannya, dia akan menggandeng PT. Azbil Berca Indonesia.
Sandiaga mengatakan, ide menjadikan Jakarta sebagai green city bermula ketika dirinya kedinginan saat berkantor di Balai Kota DKI Jakarta. Karena alat pengatur suhu yang digunakan merupakan AC Central. Akhirnya, dia terpikirkan untuk melakukan penghematan.
"Saya merasa kedinginan sekali karena AC-nya dingin sekali. Untuk dikurangi itu memerlukan waktu karena AC-nya central. Jadi saya menghubungi teman-teman di Azbil, saya bilang bisa enggak kita lihat kemungkinan diaudit penggunaan energi di Balai Kota karena kita ingin penghematan," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (24/11).
Politisi Gerindra ini mengungkapkan,dengan adanya penghematan energi ini, makan Pemprov DKI dapat menekan biaya listrik hingga 30 persen. Sehingga ini bisa mengurangi penggunaan APBD.
"Dan berdasarkan pengalaman teman-teman di Azbil, pak Dirut tadi sampaikan ke saya bahwa penggunaan biaya energi itu bisa turun antara 20-30 persen. Berarti ini adalah penghematan yang sangat sangat luar biasa," ujarnya.
Sandiaga menerangkan, untuk melakukan penghematan ini Pemprov DKI tidak akan dikenakan biaya. Sebab nantinya Azbil akan mendapatkan pembayaran dari penghematan energi.
"Jadi investasi di awal di bayar dalam bentuk kemitraan. Kemitraan itu adalah pengurangan tagihan listrik kita itu yang jadi pembayaran cicilan dengan kerja sama kepada perusahaan penyedia penghematan dari segi infrastrukturnya, atau sistemnya yang bisa mengurangi energi. Jadi ini sangat menarik karena sistemnya kemitraan. Nah regulasi ini yang perlu kita siapkan," jelasnya.
Sementara itu, Dirut Azbil, Mombang Sihite menjelaskan, penghematan ini menggunakan satu alat yang disebut Energy Management System atau EMS. Alat itu yang terdapat sensor untuk melakukan penghematan. Pemasangan alat penghemat energi ini sudah diterapkan di beberapa tempat seperti di Pondok Indah Mall, WTC, Grand Indonesia, Plaza Indonesia.
"Nanti akan ada sensor-sensor yang mengukur temperatur-temperatur di sini dan mengukur semua konsumsi energy disini. Dan semua penghematan akan tercatat, dan semua terakurasi dan akuntable," tutupnya.(mdk/fik)