Wagub Djarot sebut 70 persen pendatang di Jakarta tak lulus SMA
Djarot minta para pemudik tak bawa teman datang ke Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat mengatakan, persentase kedatangan warga Jakarta dari tahun ke tahun semakin meningkat. Khususnya, pada tahun 2015, Jakarta dibanjiri warga pendatang dari berbagai daerah.
"Peningkatan yang paling tajam itu tahun 2015, itu yang tercatat di kita (pemprov DKI Jakarta) mencapai 70 ribu lebih pendatang baru. Nah itu yang tercatat di kami, yang belum tercatat masih lebih banyak lagi," ujar Djarot di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Lenteng Agung No 99, Jakarta Selatan, Sabtu (2/7).
Menurut Djarot, dari 70 ribu pendatang baru ke Jakarta adalah warga yang tidak lulus Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).
"Maka ini harus kita pikirkan juga, karena data yang masuk ke kami 70 persen yang masuk ke Jakarta itu tidak lulus SLTA, artinya mereka akan mencari kerja di sini banyak dari sektor informal," ujarnya.
Dengan hal tersebut, Djarot mengharapkan, para pemudik untuk tidak membawa anggota baru. Pasalnya, menurut Djarot Jakarta sudah sesak.
"Jangan bawa warga baru, jangan bawa istri baru, jangan bawa tetangga baru karena Jakarta sudah penuh. Tetaplah pilihan pada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan," pungkasnya.
Baca juga:
Lepas 4.200 pemudik, Djarot pesan jangan bawa warga baru ke Jakarta
Wagub Djarot minta warga DKI takbiran di rumah dan musala saja
Tak kunjung berangkat, ratusan penumpang demo di Pelabuhan Ambon
H-4 Lebaran, pemudik mulai padati Stasiun Pasar Senen
Pemudik dari Banjarmasin masih gemar membawa senjata tajam
Hingga siang ini, 12 ribu pemudik diberangkatkan dari Stasiun Senen