LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Wagub: Banjir di Jakarta Tidak akan Bisa Tuntas Satu Periode

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan penyelesaian banjir tidak dapat tuntas hanya satu periode kepemimpinan gubernur. Namun demikian, setiap periode Gubernur memiliki masing-masing cara mengatasi masalah laten ibu kota ini.

2021-11-02 07:07:00
Banjir Jakarta
Advertisement

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan penyelesaian banjir tidak dapat tuntas hanya satu periode kepemimpinan gubernur. Namun demikian, setiap periode Gubernur memiliki masing-masing cara mengatasi masalah laten ibu kota ini.

"Memang mengatasi banjir ini perlu waktu, tidak bisa satu periode kepemimpinan gubernur selesai," ucap Riza, Selasa (2/11).

Terlebih lagi, imbuh Riza, kompleksitas penanganan banjir bertambah seiring tingkat curah hujan yang ekstrem akibat perubahan iklim. Belum lagi, secara topografi, Jakarta merupakan dataran yang rendah.

Advertisement

Ia pun menyinggung permasalahan banjir bahkan sudah menjadi masalah utama di era kepemimpinan Gubernur DKI sebelumnya yaitu Sutiyoso, Fauzi Bowo, Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama, dan Djarot Saiful Hidayat.

"Jadi dari gubernur sebelumnya, dari sebelum zaman Bang Yos, Bang Foke, Jokowi, Ahok, Pak Djarot sekarang Pak Anies, semua terus nanti siapapun berikutnya punya program pencegahan, penanganan, pengendalian banjir," ucapnya.

"Yang penting dalam satu periode ini teman-teman ada progres yang baik yang signifikan terkait pengendalian banjir," harapnya.

Advertisement

Riza juga menyampaikan penanggulangan banjir yang diakibatkan hujan lokal yaitu menambah kapasitas daya tampung air. Program gerebek lumpur, sumur resapan, menjadi upaya Pemprov menanggulangi banjir dampak dari hujan lokal.

"Menghadapi banjir dari hujan lokal itu kita meningkatkan daya tampung air dengan cara melakukan program-program pengerukan situ, waduk, embung dan lain-lain," ujarnya.

Riza menambahkan, upaya Pemprov dalam penanggulangan banjir yaitu menyediakan alat ukur curah hujan yang tersebar di 267 titik.

"Kita juga ada program sistem early warning juga alat ukur curah hujan juga ada," ungkap.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Muhammad Insyaf menyampaikan, hujan deras sejak siang tadi mengakibatkan 13 RT terdampak banjir.

"Hingga pukul 18.00 WIB, informasi Banjir saat ini 13 RT atau 0,043 persen dari 30.470 RT yang ada di DKI Jakarta," ucap Insyaf.

Berikut daftar RT yang terendam banjir;

- Kel. Lubang Buaya
Ketinggian : 40 cm dengan jumlah 1 RT
Penyebab : Luapan Kali Sunter

- Kel. Cipinang Melayu
Ketinggian : 40 s.d 55 cm dengan jumlah 9 RT
Penyebab : Luapan Kali Sunter

- Kel. Cipinang Muara
Ketinggian : 40 dengan jumlah 3 RT
Penyebab : Luapan Kali Sunter.

Baca juga:
DPRD DKI Soroti Pompa Mobile ala Anies: Kalau Debit Air Kalinya Tinggi, Gimana?
Cipinang Melayu Banjir, Sejumlah Warga Dievakuasi ke Kampus Borobudur
Kali Sunter Meluap Usai Diguyur Hujan, Air Genangi Rumah Warga Cipinang Melayu
13 RT di Jakarta Banjir, Suami Istri Warga Makasar Dievakuasi
Wagub DKI Harap Waduk Ciawi dan Cimahi Bisa Mengurangi Kiriman Banjir ke Jakarta
Wagub DKI Janji Perbaiki Kapasitas Drainase di Jakarta
Anies: Banjir Jakarta Surut Bukan Semata-mata Karena Gravitasi, Tapi Ditarik Pompa

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.