Usai dilantik, 649 pejabat eselon III dan IV DKI dites urine
Awal Januari lalu, sebanyak 6 dari 4.676 pejabat yang dilantik diduga memakai narkoba karena keberadaan zat morfin.
Pemprov DKI Jakarta baru saja melakukan pelantikan terhadap 649 pejabat eselon III dan IV. Mereka segera mengikuti tes urine usai mereka menyelesaikan seluruh prosesi pelantikannya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DKI Jakarta Sapari mengambil alih podium saat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meninggalkannya. Dia memerintahkan para pejabat baru itu untuk tidak meninggalkan lokasi pelantikan.
"Kami minta bapak dan ibu tidak segera meninggalkan acara, tetapi kita lakukan tes urine terlebih dahulu terhadap bapak dan ibu semua," tegasnya di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Senin (18/5).
Dia mengungkapkan, pelaksanaan tes urine untuk mengecek keberadaan kandungan narkoba di tubuh mereka. Pemprov DKI Jakarta sengaja meminta BNNP DKI untuk melaksanakan tes urine. Tujuannya untuk memastikan jajarannya terbebas dari tindakan penyalahgunaan narkoba.
"Jangan sampai ada pejabat yang merupakan penggunaan narkoba," ujarnya.
Sebelumnya, tes urine juga dilaksanakan pada saat Pemprov DKI Jakarta melaksanakan pelantikan pejabat besar-besaran pada tanggal 2 Januari 2015. Pada saat itu, sebanyak 6 dari 4.676 pejabat yang dilantik diduga memakai narkoba karena keberadaan zat morfin di dalam kandungan urine mereka. Namun setelah beberapa hari ditelusuri, zat morfin tersebut diketahui berasal dari obat yang mereka konsumsi.
Baca juga:
Ahok ancam 'stafkan' pejabat DKI nakal
Ahok turunkan pangkat 57 PNS di Pemprov DKI Jakarta
Ahok berpidato pentingnya layani warga, PNS ini malah asyik main HP
Ahok ungkap cara PNS DKI dan konsultan akali proyek hingga miliaran
Peringatan Ahok buat PNS DKI: Pulpen saya sekarang lebih tajam!