Usai aksi Joker, Djarot minta penghuni rusun miliki jiwa toleransi
Usai aksi Joker, Djarot minta penghuni rusun miliki jiwa toleransi. Djarot menegaskan, siapa pun yang melakukan tindakan kekerasan harus diberi sanksi. Semua diserahkan kepada pihak kepolisian karena ini sudah masuk ranah pidana.
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berharap agar semua penghuni rumah susun (rusun) menjaga toleransi antar umat beragama. Ini diungkapkan Djarot menyikapi peristiwa pria yang mengamuk ketika acara keagamaan di Rusunawa Pulogebang.
"Tadi saya sudah perintahkan kepada pak Wali Kota untuk menjaga situasi kondusifitas bahwa siapapun yang menghuni rusun harus mempunyai jiwa toleran," katanya di Balai Kota, Selasa (26/9).
Mantan Wali Kota Blitar menegaskan, siapa pun yang melakukan tindakan kekerasan harus diberi sanksi. Semua diserahkan kepada pihak kepolisian karena ini sudah masuk ranah pidana.
"Itu yang pelaku serahkan ke kepolisian untuk diberikan sanksi. Saya muslim, dan itu tidak mencerminkan Islam yang damai," katanya.
Tiga hari yang lalu, masyarakat sempat digegerkan sebuah video seorang pria yang mengamuk ketika acara keagamaan di Rusunawa Pulogebang. Pria tersebut membawa peralatan bangunan seperti golok dan parang. Memang saat itu sedang ada renovasi di gedung atas rusunawa tersebut.
Ketika Nasoem Sulaiman alias Joker turun, dia melihat acara keagamaan yang diisi oleh anak-anak, dan mengamuk sambil mengangkat benda tajam. Dalam video terdengar suara anak menangis dan teriakan Joker.
Kepala Unit Pengelola Rusun (KUPR) Pulogebang Ageng Darmintono mengatakan, mediasi telah dilakukan antara Nasoem Sulaiman, beserta ulama-ulama, Wali Kota Jakarta Timur, dan kepolisian pada Senin (24/9). Mereka sudah mencapai kesepakatan, seperti memfasilitasi keagamaan, saling toleransi ketika mengadakan acara.
"Misal saat umat kristen ingin mengadakan acara, waktunya harus tepat, seperti tidak saat waktu Isya." katanya.
Baca juga:
Ada mobil terparkir di Rusunawa Pulogebang
Usai Joker berulah, Rusunawa Pulogebang kembali kondusif
Sejak Juli, tunggakan pembayaran rusun di Jakarta turun Rp 6 miliar
Djarot menduga ada yang provokasi warga agar tak bayar sewa rusun
Djarot persilakan penunggak rusun angkat kaki, banyak warga butuh
Ancaman Djarot ke penunggak rusun dinilai upaya lepas tanggung jawab