TPU Srengseng Sawah Hampir Penuh, Tersisa 79 Petak Makam dengan Protokol Covid-19
Demi mengantisipasi kekurangan lahan pemakaman pasien Covid-19, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya telah menyiapkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rorotan, Jakarta Utara.
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Srengseng Sawah, Jakarta Selatan khusus jenazah pasien dengan protokol kesehatan Covid-19 hanya tinggal puluhan petak makam. Kepala Satuan Pelaksana Zona 15 selaku pengelola TPU Srengseng Sawah mengatakan jumlah keseluruhan petak makam untuk jenazah protokol kesehatan sebanyak 564.
"Yang sudah terpakai 481, hari ini tersisa petak makam kurang lebih 79. Saat ini kita belum tahu kebijakannya selanjutnya mungkin bisa ditanyakan ke Dinas langsung aja," kata Sutandyo.
Beberapa hari terakhir, jumlah jenazah yang dimakamkan di TPU Srengseng Sawah mencapai 50 setiap hari. Untuk pemakamannya berlangsung mulai pagi sekitar pukul 07.30 WIB hingga pukul 22.00 WIB.
"Ya kalau sisa 79 (petak makam) kira-kira (hanya mampu menampung pemakaman) sehari lebih dikit," jelasnya.
Demi mencegah kekurangan lahan pemakaman pasien Covid-19, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya telah menyiapkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rorotan, Jakarta Utara. Rencananya pemakaman tersebut dapat menampung ribuan petak makam.
"Prinsipnya kita akan menyiapkan kurang lebih 1.500 di tahap satu dan itu dalam waktu dekat ini sudah siap," kata Riza.
Saat ini Pemprov DKI Jakarta masih memprioritaskan sejumlah TPU di beberapa wilayah Ibu Kota. Seperti halnya di TPU Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.
"Di Srengseng, di Tanah Kusir, di tempat lain nanti baru kita coba masuk ke Rorotan," ucapnya.
Reporter: Ika Defianti
Baca juga:
21 Januari: Pasien Covid-19 Rawat Inap di RSD Wisma Atlet Bertambah 138
DPRD DKI Pertanyakan Alasan Anies Minta Koordinasi Penanganan Covid-19 Dipegang Pusat
Data 21 Januari: 800 WNA Positif Covid, 719 Sudah Sembuh
Dinkes DKI Imbau Masyarakat Terkonfirmasi Covid Segera Lapor ke Puskesmas
Usai Libur Akhir Tahun, Kasus Covid-19 dari Klaster Keluarga di DKI Naik