Tiga Tempat Isolasi di Jakarta Bagi Pasien Covid-19 Tanpa Gejala
Strategi Pemprov dalam penanganan isolasi terkendali yaitu, memilah pasien Covid-19 berdasarkan gejala. Hanya pasien dengan gejala sedang dievakuasi ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.
Penambahan kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta menyebabkan daya tampung pasien di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet penuh. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyusun strategi agar warganya dapat tertampung untuk melakukan isolasi secara terkendali.
Strategi Pemprov dalam penanganan isolasi terkendali yaitu, memilah pasien Covid-19 berdasarkan gejala. Hanya pasien dengan gejala sedang dievakuasi ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.
Sedangkan pasien tanpa gejala akan ditempatkan di tiga lokasi isolasi yang dipilih Pemprov DKI. Pertama; Graha Ragunan, kedua; Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah dan ketiga; Rumah Susun Nagrak, Cilincing.
Untuk Graha Wisata Ragunan memiliki 78 kamar. Sebanyak 33 kamar dapat menampung 100 orang dengan jumlah muatan 2 sampai 3 orang per kamarnya. Namun ada pula 6 kamar besar untuk menampung satu keluarga.
Sedangkan untuk Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) memiliki 33 kamar dengan daya tampung 100 orang. Sedangkan untuk Rumah Susun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara memiliki daya tampung lebih banyak yakni 2.500 orang.
Camat Cilincing, Muhammad Andri menyebutkan, syarat bagi pasien Covid-19 yang akan diisolasi di rumah susun Nagrak yakni; hasil positif Covid-19 berdasarkan tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR), berusia 18-59 tahun, gejala ringan sekali atau tidak ada gejala, tidak ada komorbid, mampu mandiri.
Diantarjemput
Apabila pasien telah selesai isolasi, maka Puskesmas wilayah bertanggungjawab menjemput kembali pasiennya.
"Ini dikarenakan lokasi rusun terpencil dan sulit transportasi pasien," ungkap Andri.
Bus sekolah saat ini hanya mengantar pasien. Pasien masuk terlebih dahulu melakukan registrasi online dan telah disetujui oleh Suku Dinas wilayah. Jadwal masuk pasien pukul 12.00-18.00 WIB, dan jadwal keluar pasien pukul 08.00-12.00 WIB.
Pastikan pasien telah makan siang sebelum berangkat. Pasien hanya bisa diterima bila di antar dengan ambulans Puskesmas atau bus sekolah. Ambulans dan bus sekolah dapat meninggalkan rusun bila pasien telah masuk ke unit isolasi.