Terselip karangan bunga di Balai Kota minta Hakim vonis bebas Ahok
Terselip karangan bunga di Balai Kota minta Hakim vonis bebas Ahok. Kepala Biro Umum DKI Jakarta Agustino mengatakan, karangan bunga yang sudah berada di Balai Kota dan Monumen Nasional pada pukul 08.00 Wib mencapai 5.016 buah. Sedangkan pada siang harinya, pukul 14.00 Wib warga tetap mengirimkan sejumlah 56 buah.
Halaman gedung Balai Kota DKI Jakarta kini tampak berwarna. Sebab, kiriman karangan bunga berisi tulisan simpati untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat (Djarot) usai kalah di Pilgub DKI Jakarta.
Rupanya, tak hanya bertulisan simpati, terselip karangan bunga yang bertuliskan pesan kepada Hakim kasus penistaan agama dimana Ahok duduk sebagai terdakwa.
Pantauan merdeka.com, di pukul 08.00 Wib sudah berjejer 20 karangan bunga yang menyinggung sidang kasus penistaan agama.
Beberapa karangan bunga itu bertuliskan:
"Yang mulia bapak hakim, bapak Ahok tidak bersalah, mohon bebaskan. Bapak Ahok penista agama tidak terbukti".
"Mohon Bebaskan Ahok Pak Hakim. Dari Rakyat Indonesia Cinta Damai".
"Bebaskan Ahok Pak Hakim. Tegakan Keadilan". Itu merupakan isi salah satu karangan bunga dari Ex SD Palmerah 2 Pagi 72.
"Bebaskan Ahok. Tidak Terbukti Penista Agama. Mari Kita Hidup Dalam Damai."
"Vonis Bebas Ahok Demi Rasa Keadilan."
"Bunga Berseru . Nurani Hati Pak Hakim Tolong Bebaskan Ahok yang Tak Bersalah.
Sebelumnya, Kepala Biro Umum DKI Jakarta Agustino mengatakan, karangan bunga yang sudah berada di Balai Kota dan Monumen Nasional pada pukul 08.00 Wib mencapai 5.016 buah. Sedangkan pada siang harinya, pukul 14.00 Wib warga tetap mengirimkan sejumlah 56 buah.
"Hari ini 5.016 karangan bungan jam delapan pagi. Terus jam dua siang tadi 5.072. Dikit sekali kok. Dari kemarin juga datengnya dikit. Sekarang juga nggak terlalu banyak," katanya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (2/5).
Dia menambahkan, selain karangan bunga pasangan petahana ini juga mendapatkan beberapa pot beserta bunga. Namun jumlahnya tidak terlalu banyak seperti karangan bunga. Sebab kebanyakan warga yang mengirimkannya secara mendadak.
"Dalam pot itu accidental nggak terus-terusan cuma beberapa nggak kaya karangan bunga. Itu mah nggak banyak," terangnya.
Baca juga:
Cerita awal mula kiriman bunga untuk Ahok sampai raih rekor LEPRID
Banyak karangan bunga hilang dicuri, anak buah Ahok lapor polisi
Giliran Mabes Polri dibanjiri karangan bunga
Karangan bunga juga padati kompleks Mapolda Metro Jaya
Mirip di Balai Kota, ratusan papan bunga penuhi Mapolda Sumsel
Sampah karangan bunga Ahok menumpuk di Monas