Tenaga Medis Khawatir Jika Operasional KRL Jabodetabek Disetop Sementara
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta operasional KRL Jabodetabek dihentikan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Surat permintaan tersebut telah diajukan kepada Kemenhub.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta operasional KRL Jabodetabek dihentikan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Surat permintaan tersebut telah diajukan kepada Kemenhub.
Namun, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mengingatkan, jangan sampai rencana itu membuat semakin susah mobilitas para tenaga medis. Sebab, banyak tenaga medis yang menggunakan KRL untuk pulang dan menuju tempat kerja.
"Sebelum ada usulan penutupan KRL, kemarin petugas kesehatan ada yang mengeluhkan antrean panjang di stasiun buat mereka telat. Padahal mereka harus gantikan temannya yang shift malam, harusnya jam 7 selesai, jadi jam 9," ungkap Ketua Umum PPNI, Harif Fadhilah saat dihubungi merdeka.com, Jumat (17/4).
Harif menjelaskan, sampai saat ini masih banyak para tenaga medis yang menggunakan moda transportasi umum, salah satunya layanan KRL.
"Kalau semisal ingin ada penutupan perjalanan KRL harus ada alternatif lain yang seharusnya memudahkan mobilitas bagi tenaga medis," ujarnya.
"Seperti ada tenaga medis kita yang sebelum ada keputusan boleh berboncengan asal satu tujuan itu. Cukup banyak petugas medis yang disetop saat boncengan, apalagi tidak semua tenaga medis punya kendaraan mobil," tambah Harif.
Lebih jauh, Harif mengingatkan, kembali kepada para kepala daerah yang mengusulkan untuk berhentikan sementara perjalanan KRL. Seharusnya lebih dulu menyiapkan dan sosialisasi moda transportasi bagi para tenaga medis.
”Enggak apa disetop, tapi harus dijelaskan dulu semisal ada fasilitas layanan transportasi khusus bagi tenaga medis," pintanya.
Anies Surati Luhut
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku sudah mengusulkan agar operasional Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dihentikan sementara selama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Anies menyatakan usulan tersebut sudah disampaikan kepada Plt Menteri Perhubungan Binsar Pandjaitan pada Selasa 14 April 2020.
"Saya dua hari yang lalu mengusulkan kepada Pak Menhub Ad Interim untuk operasi kereta commuter dihentikan dulu selama kegiatan PSBB berlangsung," kata Anies dalam siaran youtube DPR RI, Kamis (16/4).
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyatakan usulan itu masih dibahas oleh pihak Kemenhub.
"Menurut jawaban yang diterima, ketika nanti bantuan sosial sudah berhasil diturunkan, maka pembatasan operasi itu akan dilakukan," jelasnya.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih mengkaji usulan dari lima kepala daerah di Jawa Barat untuk menghentikan operasi kereta rel listrik (KRL) atau commuter line. Hal itu berkaitan dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Jabodetabek.
(mdk/rnd)