Tarik turis lokal dan asing, Sandiaga akan kembangkan wisata sejarah
Sandiaga akan melibatkan pihak swasta dan masyarakat untuk memaksimalkan potensi wisata sejarah yang ada di Jakarta.
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan akan mengembangkan ikon-ikon penting yang ada di Jakarta, biar menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Hal tersebut akan dilakukannya melalui promosi jejak estetika Kota Jakarta.
"Salah satunya dengan menjadikan ikon-ikon di Jakarta itu daya tarik ikon-ikon sejak sejarah Jakarta itu bisa mendatangkan turis," kata Sandiaga di posko pemenangannya, Jalan Melawai, Jakata, Jumat (14/4).
Diharapkan, dengan pengembangan seperti itu pemerintah bisa lebih banyak mendapatkan keuntungan dari pendapatan Kota Jakarta.
"Kita Mestinya bisa lebih banyak meraup ekonomi dari kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik," ujarnya.
Sandi juga berniat membuat sayembara bagi para arsitek untuk menambah estetika ikon-ikon di Jakarta. Sayembara tersebut akan dibuka secara transparan dan akan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat.
"Soal sayembara itu lihat nanti penyesuaian yang diperlukan. Pokoknya nanti harus terbuka transparan berkeadilan. tentunya akan diadakan sebuah proses yang mengundang semua elemen masyarakat perwakilan elemen masyarakat," ungkapnya.
Terkait dana yang akan digunakan dalam proses penambahan estetika dan pembangunan integrasi, Sandiaga mengatakan akan menggandeng pihak swasta dan masyarakat. Karena dana pemerintah sangat terbatas.
"Seandainya ada partisipasi dari dunia usaha ataupun elemen masyarakat yang mau bergabung event ini harus kita berdayakan itu, jangan semuanya bergantung pada pemerintah lagi kan kita anggarannya terbatas," tuturnya.
Baca juga:
Anies minta peresmian Masjid KH Hasyim Asyari tak dipolitisir
Diusir usai Salat Jumat, Djarot imbau takmir masjid tak provokasi
Bawaslu imbau tak ada kampanye di masa tenang Pilgub DKI putaran dua
Jelang Pilkada DKI 19 April, Mabes Polri tetapkan status waspada
KPU DKI minta timses copot atribut kampanye di masa tenang
Strategi polisi amankan kondisi jelang pemilihan gubernur DKI
Anies anggap wilayah Jakarta Timur 'medan pertempuran' lawan Ahok