LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Sunny dicekal karena disebut dalam BAP kasus suap Raperda Zonasi

Namun, KPK masih menyelidiki peran dari Sunny dalam kasus suap tersebut.

2016-04-08 13:47:52
Kasus suap Agung Podomoro
Advertisement

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang mengatakan, pencekalan terhadap Sunny lantaran nama orang dekat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), itu kerap disebut dalam berita acara pemeriksaan terkait kasus suap Raperda reklamasi teluk Jakarta. Selain Sunny, KPK juga mencekal Direktur PT Agung Sedayu Group, Richard Halim Kusuma terkait kasus tersebut.

"Ada didengar dalam beberapa kesempatan (pemeriksaan) nama itu (Sunny Tanuwidjaja)," kata Saut, Jumat (8/4).

Namun, Saut mengatakan, penyidik KPK masih menyelidiki peran Sunny dalam kasus suap yang menyeret mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohammad Sanusi, Personal Assistant PT APL Trinanda Prihantoro, dan Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja tersebut.

"Tapi siapa dia, penyidik yang tahu," pungkasnya.

Diketahui, pencekalan Sunny sepekan setelah KPK menetapkan mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohammad Sanusi, Personal Assistant PT APL Trinanda Prihantoro, dan Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja terkait kasus dugaan korupsi pembahasan Raperda zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K) dan Raperda tata ruang strategis Jakarta Utara. Sunny Tanuwijaya dicekal karena disebut menjadi penghubung antara Ahok dan pihak pengembang, PT Agung Podomoro Land.

Selain Sunny, KPK juga mencekal direktur PT Agung Sedayu Group, Richard Halim Kusuma. Pencekalan dilakukan untuk enam bulan ke depan terhitung sejak 6 April. Tujuannya adalah jika penyidik membutuhkan keterangan, kedua sedang tidak berada di luar negeri.

Baca juga:
KPK belum temukan indikasi Stafsus Ahok terlibat suap Podomoro
Jenderal penghuni rusun juluki Agung Podomoro mafia properti
Ahok sebut Sunny pernah dituduh provokator oleh Megawati
Diperiksa KPK 10 jam, Kepala Bappeda DKI irit bicara
Kasus suap reklamasi mulai seret orang dekat Ahok
Adik ditangkap, M Taufik siap diperiksa KPK
Ragam alibi DPRD DKI bantah terima Alphard & liburan ke AS dari APL

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.