Soal cuti kampanye putaran dua, Ahok bilang 'tanya timses aja'
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Bidang Pencalonan dan Kampanye, Dahlia Umar mengatakan pada putaran kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI tetap bisa berkampanye. Keputusan ini diambil berkaca dari pemilihan gubernur pada 2012 lalu.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tak masalah jika dirinya harus cuti dalam Pilgub DKI Jakarta putaran kedua. Soal kampanye, Ahok menyerahkan kepada tim pemenangan untuk mengaturnya.
"Tanya timses aja," kata Ahok di Kalijodo, Jakarta Barat, Rabu (22/2).
Menurut Ahok, kini Pemprov DKI Jakarta sudah tidak lagi membahas RAPBD DKI. Soal desakan penonaktifan sebagai gubernur, Ahok tak komentar.
"Tunggu MA aja. Kalau sekarang enggak bahas anggaran lagi. Kalau kemarin bahas anggaran, beda," tutupnya.
Sebelumnya, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Bidang Pencalonan dan Kampanye, Dahlia Umar mengatakan pada putaran kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI tetap bisa berkampanye. Keputusan ini diambil berkaca dari pemilihan gubernur pada 2012 lalu.
"Kita melihat dari evaluasi dulu putaran kedua 2012, walau saat itu tidak dibolehkan kampanye, hanya dalam bentuk debat. Tetap saja seluruh calon memanfaatkan waktu untuk melakukan kegiatan seperti kampanye. Dari situ kita melihat kenyataannya kampanye tetap dibutuhkan untuk putaran kedua," ujar Dahlia di KPUD DKI Jakarta, Selasa (21/2).
Dahlia menjelaskan bahwa dengan adanya kampanye maka ada hal-hal yang dipertimbangkan. Salah satunya perihal dana kampanye yang harus dihitung ulang tetapi melanjutkan apa yang telah dilakukan di putaran pertama.
Baca juga:
DPW DKI PKB, PAN dan PPP deklarasi dukung Anies-Sandi
PAN tolak PDIP karena Ahok
Ahok wajib cuti lagi saat kampanye putaran kedua Pilgub DKI
Begini tahapan Pilgub DKI 2017 putaran kedua
Putaran kedua, Djarot belum tahu soal kampanye dan keharusan cuti
Djarot diboikot rapat DPRD: Jangan karena pilgub warga jadi korban
Manuver PDIP gaet partai pendukung Jokowi demi Ahok pimpin DKI