LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Sistem Ganjil Genap Diperluas, Pedagang Pelat Kendaraan Kebanjiran Orderan

Hampir setiap hari, kata Teguh, konsumen baru berdatangan memesan pelat nomor dengan angka akhir ganjil maupun genap. Harga yang dipatok pun beragam, mulai dari Rp 100 ribu sepasang, hingga Rp 180 ribu per pasang.

2019-09-09 20:24:00
Sistem ganjil genap
Advertisement

Sebanyak 25 ruas jalan di Jakarta resmi diberlakukan pembatasan kendaraan dengan sistem pelat ganjil genap. Kebijakan ini rupanya mendatangkan keuntungan tersendiri bagi pedagang pelat nomor kendaraan di Jalan Matraman, Jakarta Timur.

Seperti pengakuan pedagang pembuat pelat bernama Teguh (33). Dia mengaku diuntungkan dengan kebijakan itu.

"Hari ini pesanan Alhamdulillah naik 50 persen. Dari kemarin, pesanan ada aja," kata Teguh. Demikian dikutip Antara, Senin (9/9).

Advertisement

Pemesanan pelat nomor buatan di kios yang terletak berseberangan dengan shelter Transjakarta Jalan Matraman itu terjadi sejak sebulan terakhir saat sosialisasi ganjil genap diberlakukan.

Hampir setiap hari, kata Teguh, konsumen baru berdatangan memesan pelat nomor dengan angka akhir ganjil maupun genap.

"Ada juga yang minta pelat nomor aslinya dibuatkan duplikat dengan nomor akhir genap atau ganjil," ujarnya.

Advertisement

Harga yang dipatok pun beragam, mulai dari Rp 100 ribu sepasang, hingga Rp 180 ribu per pasang.

Perbedaan harga itu didasari waktu pembuatan. Semakin mahal harganya, semakin cepat pula proses pembuatannya.

"Kalau yang harga Rp 180 ribu, bisa ditunggu paling lama dua jam. Saya kesampingkan dulu pengerjaan yang harganya Rp 100 ribuan," katanya.

Pengakuan serupa juga dikatakan pedagang pelat nomor lainnya, Ipung (45). "Biasanya yang ribet itu kalau harus dibuat logo Polri. Saya tidak berani, bisa kena hukum," katanya.

Semenjak sosialisasi ganjil genap berlangsung, kata dia, tidak kurang dari lima orang konsumen dilayani setiap hari.

"Kadang saya keteteran juga kalau harus sebanyak itu. Soalnya proses pembuatan kan langsung di kios. Yang ngerjain saya sendirian," katanya.

Baca juga:
941 Kendaraan Ditilang Polisi di Hari Pertama Peluasan Ganjil Genap
Pelanggar Ganjil Genap di Gunung Sahari Coba Suap Polisi Rp50.000
Tak Terima Disuruh Putar Balik, Pelanggar Ganjil Genap di Pramuka Marahi Petugas
Suasana Pemberlakuan Ganjil-Genap di Fatmawati Raya
Perluasan Ganjil Genap Berlaku, Anies Baswedan akan Tambah Jumlah Angkutan Umum
Warga Bogor: Saya Tak Setuju Ganjil Genap, Sampaikan ke Pak Gubernur!
Penindakan Sistem Ganjil Genap di Jalan Salemba Raya

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.