Sistem e-ticketing di stasiun kembali normal, KMT bisa dipakai lagi
Bagi warga yang sudah terlanjur membeli karcis untuk pulang pergi, maka tidak bisa di-refund.
Sistem e-ticketing Commuter Line sudah kembali berfungsi. Sebelumnya, proses pembaruan sistem sempat membuat penggunaan e-ticket terkendala dan diganti menggunakan karcis. Pembelian karcis akhirnya menimbulkan antrean panjang.
Sampai sore ini, penggunaan kartu multitrip (KMT) sudah bisa berfungsi kembali. Meskipun belum semuanya normal di 79 stasiun, karena proses pembaruan sistem masih berjalan.
"Jadi baru 62 stasiun yang sudah bisa dan kami targetkan sore nanti seluruh stasiun sudah bisa gunakan KMT," terang Manager Humas Kereta Commuter Indonesia (KCI), Adly Hakim saat dikonfirmasi Senin (23/7).
Bagi warga yang sudah terlanjur membeli karcis untuk pulang pergi, maka tidak bisa di-refund.
"Kita tidak melakukan refund bagi para pengguna yang sudah membeli tiket manual pulang pergi, karena memang dari awal tidak kami sarankan untuk penggunaan jasa membeli tiket manual pulang pergi. Keseluruhan tanggung jawab atau resiko akan kami kembalikan pada pengguna jasa," tegasnya.
Pantauan di Stasiun Kota Tangerang, aktivitas keluar masuk penumpang di stasiun sudah kembali lancar. Penumpang yang menggunakan KMT sudah bisa membeli di mesin dispenser, termasuk yang menggunakan kartu dari bank.
"Engga ada masalah, sudah bisa lagi," kata Rian, warga kota Tangerang.
Di Stasiun Bogor juga sudah lancar
Kondisi serupa juga terpantau di Stasiun Bogor. Masyarakat pengguna KMT baik milik KCI ataupun bank sudah normal.
"Dari pukul 11.00 WIB, di Stasiun Bogor sudah normal. Udah bisa pake e-ticketing baik Kartu Multi Trip (KMT) atau kartu uang elektronik dari bank," sebut satu penumpang.
Sementara itu, VP Komunikasi Perusahaan PT KCI, Eva Chairunisa, mengatakan, pembaharuan dan pemeliharaan sistem dalam skala keseluruhan yang berlangsung saat ini tidak dapat dihindari untuk menjaga keandalan sistem ini di masa yang akan datang.
Sambung Eva, pembaharuan sistem dan pemeliharaan dilakukan sejak Sabtu (21/7).
"Untuk kelancaran mobilitas pengguna KRL, transaksi tiket KRL akan menggunakan tiket kertas yang diberlakukan di 79 stasiun KRL dimulai dari perjalanan kereta pertama hingga kereta terakhir," kata Eva, dalam keterangan tertulisnya.
Baca juga:
Pembaharuan e-Ticketing, penumpang KRL antre beli tiket kertas
Antisipasi antrean panjang, sejumlah stasiun di Tangsel buka loket tambahan
Penumpang KRL di Depok kesal sudah ganti KMT malah disuruh beli karcis kertas
Penumpang di Stasiun Depok Lama saling dorong hingga kaca loket pecah
Antrean penumpang KRL menumpuk di stasiun akibat pemberlakuan tiket kertas
Antrean mengular di stasiun imbas pembaruan sistem tiket KRL
Kesal antrean mengular di Stasiun Manggarai, penumpang dan petugas keamanan ribut