Senyum dan kekecewaan PKL atas penataan Tanah Abang ala Anies-Sandi
Memasuki hari kedua penerapan penataan PKL di kawasan trotoar dan di depan Stasiun Tanah Abang terus dipenuhi pengunjung. Sejak pagi hingga siang, pembeli semakin ramai memadati lokasi PKL yang berada di badan Jalan Jatibaru itu.
Memasuki hari kedua penerapan penataan PKL di kawasan trotoar dan di depan Stasiun Tanah Abang terus dipenuhi pengunjung. Sejak pagi hingga siang, pembeli semakin ramai memadati lokasi PKL yang berada di badan Jalan Jatibaru itu.
Situasi semakin ramai dengan suara teriakan para PKL yang menawarkan barang dagangannya. Para PKL pun mengaku gembira atas kebijakan Anies tersebut.
Sari, penjual kerudung atau hijab, misalnya. Dia mengaku senang mendapat tempat berjualan yang nyaman, sehingga tidak perlu lagi was-was barang dagangannya diangkut Satpol PP.
Sari menjual berbagai jenis kerudung masa kini yang dengan harga Rp 25.000. Jika para pengunjung membeli secara lusinan akan dijualnya dengan harga lebih murah.
PKL di Tanah Abang ©2017 Merdeka.com
"Ya Alhamdulillah saja saya mah dapat tempat sekarang, semoga makin ramai saja lah," katanya di lokasi, Sabtu (23/12).
Dia yakin tidak akan ada penurunan omzet jualan meski tidak lagi berdagang di trotoar Tanah Abang. Apalagi, saat ini menjelang musim liburan, dia optimistis dagangannya akan ludes diborong pembeli.
"Di sini juga ramai kok, pasti tetap laris," kata dia.
Sementara itu pedagang lain, Mariati bersyukur dan terima kasih kepada Gubernur Anies karena akhirnya dapat berdagang dengan tenang.
"Makasih banyak pak Anies. Alhamdulillah banget," katanya.
Namun perasaan senang tidak bisa dirasakan oleh semua PKL. Seorang pedagang minimum, Ida, tidak mendapat tenda atau lapak. Padahal dia memiliki KTP DKI Jakarta.
PKL di Tanah Abang ©2017 Merdeka.com
Dia pun merasa Anies tidak adil karena yang berdagang di tenda-tenda itu adalah pedagang yang memiliki kios di dalam blok.
"Kita dagang jadi kucing-kucing gini. Saya hanya cari nafkah kok dari pada saya gemis di luar nanti saya malah dimasukin ke rumah itu (Dinas Sosial) saya enggak mau lah," katanya.
Sebelumnya, Anies Baswedan saat meninjau Tanah Abang kemarin, Jumat (22/12) kemarin mengatakan, dengan penataan seperti ini memberikan ruang kepada PKL untuk berjualan dengan tenang dan tidak perlu takut-takut untuk ditertibkan.
"Sekarang penertibannya lebih jelas, karena di mana area boleh berdagang di mana tidak boleh berdagang, dan tak perlu kucing-kucingan karena mereka mendapatkan tempat berdagang," kata Anies.
Baca juga:
Suara warga soal Jl Jati Baru ditutup buat PKL: Jangan asal ditutup, kita jadi ribet
Hari kedua penataan di Tanah Abang, PKL masih jualan di trotoar
Kucing-kucingan dilarang Ahok, PKL Tanah Abang 'disayang' Anies
Saat pujian Lulung untuk penataan Tanah Abang dicibir Ombudsman
Ubah jalan jadi tempat jualan PKL, ini aturan yang dilanggar Anies