Selama PSBB Transisi, Mobilitas Pekerja Kantoran di DKI Masih Tinggi
Syafrin menambahkan, peningkatan pergerakan masyarakat di perkantoran juga dialami di transportasi umum. Ia menyebut, peningkatan mobilitas di transportasi umum sebesar 5,21 persen.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengungkap ada peningkatan mobilitas warga selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Perkantoran, masih mendominasi tingginya pergerakan masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo mengatakan persentase pergerakan masyarakat berdasarkan data Google periode 12-20 Oktober.
"Pergerakan masyarakat di tempat Kerja meningkat 8,07 persen," ucap Syafrin, Selasa (27/10).
Syafrin menambahkan, peningkatan pergerakan masyarakat di perkantoran juga dialami di transportasi umum. Ia menyebut, peningkatan mobilitas di transportasi umum sebesar 5,21 persen.
Kemudian, imbuh Syafrin, peningkatan mobilitas juga terjadi di taman sebesar 3,07 persen, retail dan rekreasi bertambah 2,71 persen, dan area pemukiman bertambah 0,07 persen.
Namun, kata Syafrin, pergerakan masyarakat justru menurun di toko bahan makanan dan apotek.
"Toko bahan makanan dan apotek berkurang turun 4,21 persen," ucapnya.
Syafrin juga mengatakan, terjadi peningkatan volume pengendara sepeda di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Per hari, kenaikan volume sepeda mencapai 211, 70 persen.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo mengatakan, persentase tersebut terjadi dalam rentang waktu 12-25 Oktober.
"Volume lalu lintas sepeda rata-rata volume sepeda per hari mengalami peningkatan sebesar 211,70 persen dibandingkan saat pemberlakuan PSBB II," ucap Syafrin.
Tidak hanya sepeda, Syafrin juga mengatakan peningkatan volume kendaraan juga terjadi pada kendaraan bermotor. Per hari, kata dia,terjadi peningkatan volume sebesar 11,66 persen.
Kemudian, imbuhnya, lonjakan jumlah penumpang juga terjadi di angkutan umum perkotaan.
"Rata-rata jumlah penumpang harian angkutan umum perkotaan adalah 694.939 penumpang per hari, mengalami peningkatan sebesar 12,83 persen dibandingkan saat pemberlakuan PSBB II," tuturnya.
"Kemudian angkutan AKAP rata-rata jumlah penumpang harian angkutan AKAP adalah 5.008 penumpang per hari, mengalami peningkatan sebesar 4,79 persen dibandingkan saat pemberlakuan PSBB II."
Baca juga:
Pengendara Sepeda Naik 200 Persen Selama PSBB Transisi Jakarta
Pemprov DKI Perpanjang Masa PSBB Transisi
Peraturan Ganjil Genap Ditiadakan Selama PSBB Transisi Sampai 8 November
Anies Baswedan Perpanjang PSBB Transisi DKI Hingga 8 November
Anies Baswedan Ungkap Data Kasus Covid-19 di Jakarta Melandai
Update Covid-19 di DKI 24 Oktober: Bertambah 1.062 Positif, 1.156 Sembuh