Selain Hotel Pop, normalisasi Kali Krukut libas empat rumah
Selain Hotel Pop, normalisasi Kali Krukut libas empat rumah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai melakukan penertiban bangunan di sepanjang Kali Krukut, Jakarta Selatan. Tujuannya untuk menanggulangi banjir di kawasan Kemang, yang masih menjadi pekerjaan rumah.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai melakukan penertiban bangunan di sepanjang Kali Krukut, Jakarta Selatan. Tujuannya untuk menanggulangi banjir di kawasan Kemang, yang masih menjadi pekerjaan rumah.
Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi mengatakan, penertiban pertama kali dilakukan terhadap Hotel Pop. Namun penertiban tersebut tidak dapat dilakukan karena harus menunggu tembok pengganti selesai dibangun.
"Tadi lagi dilaksanakan, cuma belum kita bongkar temboknya. Karena kalau temboknya kita bongkar nanti banjirnya meluap. Jadi tunggu tembok baru dulu, baru kita bongkar," katanya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (12/10).
Dia menjelaskan, kemungkinan pembangunan tembok tersebut baru akan selesai selama sebulan ke depan. Selain Hotel Pop, ada empat rumah juga yang mungkin ada terdampak dalam normalisasi Kali Krukut ini.
"Tadi di Petogogan ada empat rumah yang sudah kita bongkar, termasuk rusun. Nanti terus ke Kuningan Barat," terangnya.
Kurniadi menjelaskan, dalam melakukan penertiban bangunan ini pihaknya hanya berpatok terhadap Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Sehingga jika tidak sesuai dengan surat-surat yang ada, maka penertiban akan segera dilakukan.
"Enggak ada kendala, kami lihat IMB-nya aja," tutupnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, normalisasi sungai ini karena telah terjadi penyempitan sungai dari awalnya 20 meter menjadi 5 meter. Sehingga beberapa bangunan di bantaran sungai akan dilakukan penertiban.
"Hari ini (normalisasi kali krukut). Kita mulai sikat yang hotel. Hotel yang halamannya luas itu, tembok itu kan sama aja reklamasi sungai pelan-pelan kan," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (12/10).
Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengungkapkan, pengelola Pop Hotel telah menyalahi aturan sebab telah menggunakan bantaran sungai. Sehingga pengelola hotel sama saja mereklamasi Kali Krukut.
"Kaya ciliwung segala macem. Sungainya 60 meter kok, tinggal 10-20 meter ya pasti kamu reklamasi dong. Sama kaya itu hotel kan. Jadi halaman luas, orang pikir itu hotel halamannya hebat bener. Berbatasan dengan sungai lebar sekali tanahnya. Itu mah hasil urukan. Udah bikin jalan pake conblock lagi," jelasnya.
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku belum mengetahui berapa bangunan yang akan dibongkar untuk menormalisasi kali krukut. Ahok tak menyoal berapa bangunan yang dibongkar, yang terpenting menurutnya adalah kawasan tersebut dapat dibebaskan dari banjir.
"Kita usahakan seminimal mungkin membongkar punya orang. Kalau yang punya orang ya. Tapi kalau yang trasenya jelas-jelas nyolong, ya kita akan bongkar," tutupnya.
Untuk diketahui, Pemerintah Kota Jakarta Selatan membongkar conblock lahan parkir di Pop Hotel dan dinding pembatas antara lahan parkir dan Kali Krukut. Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi turun langsung untuk memimpin pembongkaran.
Baca juga:
Berdiri di atas bantaran Kali Krukut, Ahok gusur Pop Hotel di Kemang
Kawasan elite Kemang langganan banjir, ini dalih Ahok
Kemang banjir lagi, Ahok perintahkan 'bongkar terus saja'
Pemprov DKI tak heran Kemang masih terendam banjir
Banjir kembali kepung Kemang