Sekda soal kepemimpinan Ahok: Saya tak ada kepentingan, jadi cocok!
Mantan Wali Kota Jakarta Pusat ini diangkat menjadi sekda menggantikan Fadjar Panjaitan yang mundur.
Rustam Effendi, memilih mundur dari wali kota Jakarta Utara setelah terlibat seteru dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Rustam pun resmi melepas jabatan setelah surat pengunduran dirinya di teken Ahok.
Sejak menjadi gubernur, Ahok memang dikenal galak dan ketus. Dia juga tak bosan-bosannya merotasi anak buah yang kinerjanya jauh dari visi misinya.
Lalu, bagaimana penilaian Sekretaris Daerah, Saefullah atas cara kerja Ahok yang demikian?
Saefullah mengatakan, selama ini tak kesulitan dan cocok mengikuti ritme kerja Ahok. Dia mengklaim tak punya kepentingan apapun atas jabatannya sehingga selama bekerja dengan Ahok hampir tak ada masalah berarti.
"Kalau saya dengan siapapun oke-oke saja, karena enggak ada kepentingan, dengan siapapun saya merasa cocok," kata Saefullah di Balai Kota, Jakarta, Kamis (28/4).
Saefullah tak masalah dengan gaya kepemimpinan Ahok meskipun sering dikritik juga. Menurutnya, selama kebijakan Ahok itu positif bagi warga Jakarta dia akan terus mengikutinya.
"Kalau saya, saya anggap sepanjang itu positif, mengandung kebenaran yang universal bermanfaat buat orang banyak bagi saya enggak ada masalah," tegas pejabat eselon I DKI ini.
Baca juga:
Ahok soal DKI kalah lawan warga Bidara Cina: Biar saja!
Ahok janjikan Pemprov DKI yang perbaiki rusun bila ada kerusakan
Selain geng golf, Prabowo sebut di DKI juga ada geng motor gede
Ahok: Kalau penggusuran kami dilema, ini kan relokasi
Ahok sebut Jokowi bakal keluarkan Perpres reklamasi Teluk Jakarta
Ahok lebih irit bicara setelah Rustam mundur sebagai wali kota
Ahok akui data yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta buruk