Segera dibongkar, warga Bukit Duri berkemas pindah ke Rusun Cakung
Segera dibongkar, warga Bukit Duri berkemas pindah ke Rusun Cakung. Menurut Ida (45), salah satu warga yang sedang bersiap pindah ke Rusun Cakung, dirinya sedikit keberatan atas penggusuran tersebut dikarenakan jarak sekolah anaknya.
Pemprov DKI Jakarta telah melayangkan surat SP 3 kepada seluruh warga yang masih bertahan di bantaran Kali Ciliwung, Bukit Duri, Jakarta Selatan. Menurut Ida (45), salah satu warga yang sedang bersiap pindah ke Rusun Cakung, dirinya sedikit keberatan atas penggusuran tersebut dikarenakan jarak sekolah anaknya.
"Saya sih agak berat kalau mesti pindah soalnya sekolah anak saya jauh dari sana tetapi kita sih turutin saja pemerintah, saya sih sudah mau pindah ke Rusun Cakung," ujarnya kepada merdeka.com di lokasi, Jakarta Selatan, Rabu (5/7).
Wanita paruh baya tersebut mengaku tinggal di bantaran Kali Ciliwung sejak 2009. Menurutnya, meskipun sering kebanjiran rumah semi permanen di bantaran kali tersebut tetap nyaman dihuni.
"Saya sendiri sudah 8 tahun di sini, biar kata banjir setiap tahun tetapi enak di sini, saya sih mengalah saja dari pada nanti kita diinjek sama pemerintah," tuturnya.
Dari pantauan merdeka.com,sebagian besar penghuni sudah meninggalkan lokasi rumah di bantaran kali Ciliwung tersebut. Setiap pintu rumah juga ditempelkan surat pemberitahuan SP 3 jika pada pekan depan akan dilakukan pembongkaran terhadap puluhan rumah semi permanen di kawasan tersebut.
Warga lainnya, Ami (35), berharap adanya ganti rugi berupa uang dan sertifikat kepemilikan rumah susun atas penggusuran yang menimpanya. "Saya harap ada ganti rugi uang dan rusun itu dapat sertifikat hak milik," imbuhnya.
"Kita ingin seperti Kampung Pulo, kan warga Kampung Pulo pernah bilang ke Pak Anies ingin rusun nya jadi sertifikat milik, cuma Pak Anies bilang nanti dipikirkan dulu karena belum menjabat," tambahnya.
Pria yang juga mengaku baru 3 tahun tinggal di wilayah tersebut dan berprofesi sebagai pedagang asongan, mengakui bahwa rusun Cakung yang akan ditempatinya merupakan tempat strategis. Namun dia hanya mengeluhkan jauh dari tempat kerjanya.
"Rumah susun ini sebenarnya bagus dekat dengan pasar, strategis sih tempatnya, cuma lumayan jauh dri tempat kerja," tuturnya.
Ami juga berharap rusun yang akan ditempatinya nanti dapat menjadi miliknya, bukan malah menyewa kepada Pemprov. "Harapan kita cuma itu rusun bisa jadi milik saja biar kurangin beban juga," singkatnya.(mdk/eko)