LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Secara Resmi, Belum Ada Sponsorship Masuk untuk Formula E

Gunung menjelaskan, belum adanya sponsorship masuk menjadi pembiayaan Formula E lantaran, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) belum membuka teknis sponsorship secara resmi.

2022-01-24 19:49:25
Formula E di Jakarta
Advertisement

Managing Director Formula E, Gunung Kartiko menyebutkan belum ada sponsorship secara resmi bergabung untuk membiayai Formula E. Namun, Gunung secara verbal beberapa pihak swasta telah menyampaikan niat untuk menjadi bagian sponsor.

Gunung menjelaskan, belum adanya sponsorship masuk menjadi pembiayaan Formula E lantaran, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) belum membuka teknis sponsorship secara resmi.

"Sponsorship belum secara resmi kita open, tapi secara verbal secara pendekatan networking yang berminat walaupun belum bisa kita declare di sini, karena belum hitam di atas putih," katanya dalam rapat bersama Komisi B DPRD, Senin (24/1).

Advertisement

Untuk menalangi pembiayaan pembangunan Formula E dan sarana pendukung, Gunung menyampaikan pembiayaan menggunakan uang perusahaan.

"Dari dana korporasi yang kita dapatkan kita targetkan mendapatkan itu dari sponsorship dan partnership," jawab Gunung.

Advertisement

Diketahui, pembangunan infrastruktur lintasan Formula E di Kawasan Ancol, Jakarta Utara, diperkirakan menelan biaya Rp100 miliar. Bujet tersebut akan ditopang oleh sponsor.

Gunung pernah menyampaikan bahwa biaya Rp100 miliar mencakup biaya aspal, barrier beton, fence, dan tech pro.

"Kisaran segitu (Rp100 miliar) dan tidak hanya aspal, tapi ada barrier beton, fence dan tech pro," kata Gunung saat dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (23/12).

Gunung juga memastikan persiapan penyelenggaraan tidak lagi menggunakan uang daerah. Seluruh persiapan akan ditanggung oleh pihak sponsor.

"Dana penyelenggaraan termasuk infrastruktur , ditopang oleh sponsor, tidak ada APBD sama sekali," tegasnya.

Disinggung mengenai range harga tiket masuk bagi pengunjung untuk menyaksikan aksi balap mobil listrik tersebut, Gunung menyampaikan masih belum ada keputusan akhir.

"Ini masih belum kita tentukan," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Formula E Ahmad Sahroni mengatakan kapasitas jumlah penonton berkisar 40-60 ribu orang.

"Kita nantinya 40-60 ribu, tinggal nanti ada posisi yang letaknya berapa banyak, grand stand, para pelaku sponsor untuk pakai paddock," ucap Sahroni usai konferensi pers di Kawasan Ancol, Rabu (22/12).

Kendati sudah memperkirakan jumlah penonton, Sahroni belum memberi kepastian terkait harga tiket masuk bagi penonton yang hendak menyaksikan jalannya balap mobil listrik tersebut.

Dia juga tidak menyampaikan kalkulasi tiket masuk akan habis terjual. Namun Sahroni bercerita, berdasarkan pernyataan Alberto Longo, Chief Championship Officer sekaligus dari Co-founder Formula E, tiket akan habis terjual dalam kurun 1 bulan.

"Alberto longo bilang tiket laku dalam waktu 1 bulan, dibuka biasanya langsung para bos-bos untuk ngambil tiketing itu, itu akan diambil sama mediator biasanya," kata Sahroni.

"Ini kan pertama kali kita jadi belum tahu antara lebih mahal atau murah," sambungnya.

Sahroni pun memastikan bahwa dalam pelaksanaan Formula E, tidak menggunakan APBD DKI.

Sebagaimana dijelaskan sebelumya oleh Sahroni, alasan kawasan Ancol dipilih karena wilayah tersebut menjadi salah satu icon Jakarta.

"Sirkuit untuk Formula E akan segera dibangun dengan mengikuti berbagai spesifikasi dari FEO dan FIA," katanya dalam rilis diterima merdeka.com, Rabu (22/12).

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.