Satu orang ditetapkan sebagai tersangka kasus bantalan crane ambruk di Matraman
Satu orang ditetapkan sebagai tersangka kasus bantalan crane ambruk di Matraman. Dari hasil penyelidikan tersangka diduga lalai dalam bekerja hingga menyebabkan orang tewas akibat insiden tersebut.
Kepolisian menetapkan Ahmad Nasiki, operator Launcher Gantry, tersangka kasus ambruknya proyek jalur kereta cepat Jakarta-Bandung, Minggu (4/2) dini hari. Dari hasil penyelidikan tersangka diduga lalai dalam bekerja hingga menyebabkan orang tewas akibat insiden tersebut.
"Penyidik menyimpulkan satu orang dikatakan menjadi tersangka sebagai operator dari Laucher Gantry. Dia melakukan kelalaian sehingga terjadi kecelakaan kerja ini," kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Tony Surya Putra di Polres Jakarta Timur, Jumat (9/2).
Kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Hal itu untuk memastikan adakah tersangka lain yang melakukan kelalaiannya sehingga berujung maut.
"Ini masih kita dalami lagi apakah dia melakukan pekerjaan itu ada peran lain dalam mengawasi pekerjaan ini. Untuk sementara kita tetapkan satu tersangka yang mengendalikan alat tersebut," ujarnya.
Tersangka diduga lalai saat melakukan pemasangan Lower Cross Beam (LCB) pada false segmen di tiang CP 22, front leg Launcher Gantry terlepas dari dudukan. Sehingga Launcher Gantry miring dan LCB membentur False segmen juga tiang CP 22 yang akan memasang LCB tersebut hingga terjatuh menimpa para pekerja.
Berdasarkan hal tersebut, lanjut Tony, tentunya adanya human error dan SOP yang tidak dijalankan secara baik, yakni saat pemasangan Lower Cross Beam (LCB) seharusnya tidak ada pekerja yang ada di bawah. Atas peristiwa tersebut tersangka terjerat pasal 359 KUHP tentang kelalain kerja dengan hukuman penjara lima tahun.
"Yang pasti salah satu kelalainnya adalah sebelum dia menaikan bantalan double track itu harus kondisi seteril dan dibawah tidak ada pekerja, ketika masih ada pekerja, operator itu harus memperingatkan dan kosongkan untuk antisipasi kejdian itu," pungkasnya.
Insiden bantalan crane proyek jalur kereta cepat Jakarta-Bandung ambruk terjadi pada Minggu (4/2) dini hari. Bantalan crane yang diangkat pagi ini jatuh hingga menewaskan 4 orang pekerja.
Baca juga:
JK duga insiden crane jatuh di Jatinegara karena operator kelelahan kerja lembur
Bina Marga bantah crane tak layak pakai tapi karena human error
Ini sebab crane jatuh di Jaksel dan timpa rumah pensiunan jenderal
Crane jatuh timpa rumah di Kebayoran baru
Ini crane proyek JLNT Tendean-Cileduk yang roboh di Kebayoran Baru
Crane roboh di Jaksel, kamar atas rumah pensiunan jenderal jebol
Proses evakuasi crane timpa rumah di Kebayoran Baru