Sang Pengantar Ondel-Ondel Jalanan
Kehadiran Kampung Ondel-Ondel Kramat Pulo membawa rezeki baru bagi sopir angkot dan bajaj.
Selepas Zuhur, sejumlah mobil angkutan kota (angkot) terparkir berjejer di kawasan Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat. Mobil angkot jenis mikrolet ini bukan menunggu penumpang. Mobil-mobil itu disiapkan untuk mengantarkan pengamen ondel-ondel.
©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
Kramat Pulo terkenal sebagai Kampung Ondel-Ondel. Banyak warga yang menggantungkan hidup dari kesenian tradisional Betawi. mulai dari memproduksi, menyewakan, hingga menjadi seniman ondel-ondel jalanan.
©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
Kehadiran Kampung Ondel-Ondel Kramat Pulo membawa rezeki baru bagi sopir angkot dan bajaj. Sepinya pendapatan setelah tergusur moda transportasi modern. Kondisi ini memaksa para sopir angkot dan bajaj mencari sampingan. Menjadi 'angkutan' ondel-ondel.
©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
"Ya terpaksa karena sekarang angkot jarang penumpang gara-gara banyak online," ujar Bewok (45), sopir mikrolet D01 rute Ciputat-Kebayoran.
©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
Untuk ongkos, tiap sopir punya tarif berbeda-beda. Bewok bisa mengantongi hingga Rp250.000 dari seharian mengangkut ondel-ondel.
©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
"Tergantung jauh dekat jarak yang dianterin, tapi kita patokin per barong (ondel-ondel) Rp70 ribu." Jelas Bewok sambil menunggu pengamen mengikatkan ondel-ondel di atas mobilnya.
©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
Beda mikrolet beda pula bajaj. Karyo (61) mengaku sudah 15 tahun mengangkut ondel-ondel sejak dirinya mengendarai bajaj oranye. Biasanya, dia dibayar mulai dari Rp40.000-90.000 sekali antar. Sekali orderan, bajaj bisa empat kali mengantar.
©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
Bagi para sopir, menjadi pengangkut ondel-ondel menjadi kerja sampingan yang sangat membantu ekonomi mereka. Kebanyakan sopir hanya menarik penumpang pada pagi hari. Saat siang, mereka beralih menjadi pengangkut para seniman ondel-ondel jalanan.
©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
Tidak heran banyak ditemui di jalan mikrolet atau bajaj mengangkut ondel-ondel hingga bertumpuk di atas kendaraan. Tujuan mereka kebanyakan ke pinggir kota. Seperti Bekasi dan Ciputat. Meski jauh, tidak menghalangi mereka mencari rezeki.
©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
"Malah sampai malam. Kalau tidak begini, buat setoran angkot sama buat keluarga di rumah tidak cukup. Apalagi sekarang lagi Covid," ucap Rohim (65) sopir mikrolet M12 rute Pasar Senen-Kota.
(mdk/noe)