LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Sandiaga tegaskan mobil Ratna Sarumpaet diderek karena melanggar

Sandiaga tegaskan mobil Ratna Sarumpaet diderek karena melanggar. Sandiaga mengatakan, larangan parkir di tempat tanpa keterangan rambu tengah disosialisasikan masyarakat. Aturan larangan memarkir di tempat yang tak ada rambu itu sesuai Perda 5 ayat 2 tahun 2014.

2018-04-04 11:04:58
Ratna Sarumpaet
Advertisement

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan aktivis Ratna Sarumpaet melanggar aturan hingga mobilnya diderek petugas dinas perhubungan DKI Jakarta. Mobil Ratna Sarumpaet diderek petugas dishub memarkir di sekitar taman kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

"Enggak boleh (yang dilakukan Ratna) itu melanggar," kata Sandiaga usai meninjau GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Rabu (4/4).

Sandiaga mengatakan, larangan parkir di tempat tanpa keterangan rambu tengah disosialisasikan masyarakat. Aturan larangan memarkir di tempat yang tak ada rambu itu sesuai Perda 5 ayat 2 tahun 2014.

Advertisement

Meski begitu, Sandi mengaku tidak bisa menerapkan peraturan itu ke semua daerah di ibu kota. Sebab, sosialisasi mengenai larangan tersebut membutuhkan perubahan pola pikir dari masyarakat.

Namun, langkah petugas dishub menderek kendaraan yang terparkir sembarangan seperti dilakukan Ratna Sarumpaet merupakan bentuk sosialisasi kepada masyarakat. Karena dalam perda itu disebut bahwa kewenangan petugas lebih tinggi daripada rambu.

"Kita ingin memberikan sosialisasi ke masyarakat untuk lebih patuh ke perda tersebut dan karena perda tersebut enggak mengharuskan rambu di seluruh wilayah Jakarta," ujar Sandiaga.

Advertisement

Politisi Gerindra ini menegaskan bahwa masyarakat hanya boleh memarkir kendaraannya di tempat parkir. Dia pun ingin sosialisasi ini terus berjalan.

"Penerapannya itu kita harus pastikan jangan sampai enggak tersosialisasikan. Mungkin harus diberikan kegiatan yang tersosialisasikan," kata dia.

Sandiaga ini kejadian dialami Ratna dan anggota DPRD DKI Fajar Sidik yang menolak untuk diderek disebut sebagai shock therapy. Sandiaga ingin menjadikan peristiwa itu sebagai pelajaran agar masyarakat tidak menirunya.

"Mungkin harus ada shock therapy, kayak Pak Fajar Sidik sama seperti itu. Yang penting masyarakat tahu itu enggak boleh," tandasnya.

Reporter: Anendya Niervana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Video Ratna Sarumpaet marah mobil diderek dan bilang mau telepon Anies

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.