Sandiaga sebut OK Oce angkat derajat pedagang kelontong
Dengan bergabungnya UMKM dan toko kelontong di sistem perbankan serta keuangan digital, Sandiaga menyatakan, jurang ketimpangan ekonomi akan semakin berkurang.
Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Sandiaga Uno meluncurkan program OK Oce Laku Pandai di Jakarta Creative Hub, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (7/2). Program OK OCE Laku Pandai merupakan program pelatihan digital dan penyertaan pembayaran elektronik di UMKM berbentuk toko kelontong yang tersebar di wilayah Jakarta.
Selain itu, Sandiaga juga memberikan bantuan mesin electronic data capture (EDC), penyediaan aplikasi, dan pembinaan usaha lainnya.
Program ini merupakan hasil kerja sama Pemprov DKI Jakarta dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komunitas Jakarta Tersenyum (KJT), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), BNI , dan Perusahaan Teknologi Digital Fusindo.
"Upaya kita untuk mengangkat derajat dari pedagang kecil toko kelontong untuk bisa bergabung di era teknologi dan finance inklusi, yaitu mereka harus mendapatkan akses keuangan," jelas Sandiaga di lokasi, Rabu (7/2).
Dengan bergabungnya UMKM dan toko kelontong di sistem perbankan serta keuangan digital, Sandiaga menyatakan, jurang ketimpangan ekonomi akan semakin berkurang.
"Ke depan eranya adalah era fintech. Jadi kita punya produknya. Semua nanti akan bergerak ke financial technology. Kalau fintech ini bisa kita sandingkan dengan pedagang kecil toko kelontong, kita akhirnya bisa menghadirkan inklusi digital dan juga inklusi finansial tersebut," jelasnya.
Sementara itu, Ketua KJT OK Oce Ivan Darmawan mengatakan, ini bisa menari para pedagang kelontong untuk menabung tanpa harus ke bank.
"Jadi nanti dari binaan-binaan OK OCE di sekitar toko kelontong yang tadinya mungkin malas ke bank untuk menabung Rp50.000 atau Rp15.000 dengan adanya EDC yang sudah dari BNI ini dari laku pandai nanti bisa menabung di situ," katanya.
Kemudian Ivan, mengatakan saat ini baru terdapat 40 toko kelontong yang bergabung berasal dari lima wilayah Jakarta dan terbanyak berasal dari wilayah Jakarta Barat. "Target kita Insya Allah mudah-mudahan dalam pertengahan tahun ini kita bisa mencapai 500 toko kelontong," tutup Ivan.
(mdk/fik)