Sandiaga sebut data Setara Institute soal toleransi Jakarta rendah tidak update
Sandi menyebut data yang dimiliki Pemprov DKI baru saja diupdate sekitar tiga minggu terakhir. Sedangkan data dan penelitian Setara Institute dilakukan saat memotret dampak kontestasi Pilkada yang sempat memanas di Ibu Kota.
Penelitian yang dilakukan Setara Institute menempatkan DKI Jakarta sebagai kota pertama di Indonesia yang masuk dalam katagori toleransi rendah pada 2017. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menilai, data Setara Institute bukan data terkini. Sandi mengklaim, data yang dimilikinya justru menunjukkan warga Jakarta sudah move on dari panasnya isu dan sikap intoleransi pascapilkada berakhir.
"Karena data yang disampaikan itu data yang enggak terkini. Data saya yang terkini warga sudah banyak move on dari pilkada dan sikap toleransinya sudah lebih baik,"ujarnya usai melaksanakan apel siaga di Monas, Jakarta, sabtu (18/11).
Sandi menyebut data yang dimiliki Pemprov DKI baru saja diupdate sekitar tiga minggu terakhir. Sedangkan data dan penelitian Setara Institute dilakukan saat memotret dampak kontestasi Pilkada yang sempat memanas di Ibu Kota.
"Kalau kita baru saja tiga minggu terakhir, kalau setara Institute itu 2016-2017 mendekati Pilkada. Kita memang melihat ini sebagai dampak daripada sebuah kontestasi yang mungkin sempat sangat tinggi,"
Pencetus program OkeOce itu mengimbau agar hubungan antar warga dalam konteks menjalin serta menjaga kebhinekaan harus lebih dipererat. Sandi juga menilai data-data yang diberikan oleh Setara Institute bisa menjadi bahan intropeksi yang bagus untuk toleransi kedepannya di Jakarta sendiri.
"Ya kita harus berusaha sekuat tenaga bahwa sikap toleran dari warga dan tentunya menjaga kebhinekaan tunggal ika kita harus pererat lagi. Tentunya data-data tersebut bagus," imbaunya.