Sandiaga: Kita membangun Jakarta tanpa air mata dan duka
Saat menyampaikan visi misinya, Sandiaga sudah ditagih janji diawal oleh seorang ibu
Menjelang pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017, pertarungan para bakal calon gubernur sudah mulai berasa. Visi misi bakal calon gubernur sudah mulai disosialisasikan kepada masyarakat Ibu Kota. Tak terkecuali dengan visi misi salah satu bakal calon Gubernur DKI Jakarta yang diusung Partai Gerindra, Sandiaga Uno.
Disela sela waktunya saat menghadiri acara halal bi halal pengemudi Gojek di Bumi Kemah Ragunan, Jakarta Selatan, Sandiaga mengaku siap memimpin Jakarta secara manusiawi tanpa ada kekerasan.
"Yang terpenting membangun Jakarta yang lebih manusiawi. Kita harus membangun Jakarta tanpa air mata dan tanpa duka," ujar Sandiaga kepada wartawan, Jakarta, Minggu (7/8).
Saat menyampaikan visi misinya, tiba-tiba seorang ibu menyelak penjelasan Sandiaga dengan lantang.
"Bener yah pak janjinya harus ditepatin," kata ibu itu.
Namun ketua asosiasi pedagang pasar ini sepertinya tidak terlalu terpengaruh dengan perkataan ibu tersebut. Sandiaga yang mengenakan kaos biru itu hanya tersenyum sambil terus menyampaikan visi misinya dalam membangun Jakarta.
Dalam kesempatan itu juga, Sandiaga melihat permasalahan lapangan kerja akan menjadi fokus pembahasannya saat terpilih nanti menjadi gubernur. Selain itu, kata dia, kesejahteraan warga Jakarta juga menjadi salah satu prioritas jika dirinya terpilih menjadi gubernur Jakarta.
"Isu-isu yang ada di masyarakat mejadi topik utama pada perjalanan 6 bulan saya yaitu isu tentang lapangan pekerjaan. Isu lapangan pekrjaan menjadi isu yang berat, ke depan harga bahan pokok juga menjadi hal yang sangat penting," tutur Sandiaga.
Baca juga:
Soal duet dengan Risma, Sandiaga serahkan keputusan kepada Prabowo
Cerita Sandiaga Uno paling banyak 'dijodohkan' di Pilgub DKI
Warga Pejompongan deklarasi dukungan Djarot-Sandiaga di Pilgub DKI
Fokus di Pilgub, Sandiaga Uno mundur dari Waketum Kadin
Sandiaga Uno dapat dukungan maju bersama Yusuf Mansur
Jumatan di Masjid Baitul Mughni, Sandiago Uno banjir dukungan