Sakit, sopir Transjakarta positif amphetamine saat dites urine
Yang bersangkutan diketahui baru mengalami kecelakaan dan diberi obat penghilang rasa sakit oleh dokter.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Timur, Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta (BNNP), menggelar tes urine di kantor PT Transjakarta. Hasilnya, satu dari 104 orang staf PT Transjakarta, didapati terindikasi positif amphetamine.
Diketahui, staf yang terindikasi positif amphetamine itu adalah pengemudi bus Transjakarta.
"Satu dari 104 orang itu positif semu. Setelah dilaksanakan wawancara dengan yang bersangkutan baru mengalami kecelakaan dan dikasih obat penghilang rasa sakit sama dokter. Tapi itu masih kita dalami juga," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes John Turman Pandjaitan, di PT Transjakarta, Jakarta, Rabu (25/5).
"Memang obat penghilang rasa sakit itu mengandung amphetamine dan metaphetamine. Tapi kita masih dalami ini, nanti yang bersangkutan harus membawa obatnya ke Polres Jakarta Timur untuk diperiksa," ucap dia.
Pihaknya akan melakukan operasi pekat berikutnya di beberapa kawasan Jakarta.
"Selanjutnya kita akan ke Tanah Abang atau masyarakat umum yang ada di sana, ataupun ke terminal lainnya," tutupnya.
Sementara itu, Direktur Teknik Transjakarta Wijanarko mengatakan pemeriksaan urine terhadap para staf memang dilakukan secara rutin dan berkala.
"Satu orang staf kami itu memang sakit. Sopirnya masih dalam pemulihan karena memang ada luka-luka. Tapi kita masih mendalami," tutur Wijanarko.
Baca juga:
BNN tes urine anggota DPRD Bali, satu positif narkoba
Operasi Pekat, BNN tes urine sopir di Terminal Kampung Rambutan
Pelajar di Bali bakal dites narkoba sebelum daftar sekolah
Kombes Krishna Murti bersama ratusan anak buahnya dites urine