LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

RS keberatan karena KJS pakai tarif INA-CBGs

Sistem Indonesia Case Basic Group's (INA-CBG's) adalah sistem aplikasi klaim bagi pasien miskin di RS dan Puskesmas.

2013-05-23 14:57:49
Kartu Jakarta Sehat
Advertisement

Pihak Rumah Sakit MH Thamrin dan Rumah Sakit Admira membantah mundur dari peserta pelayanan Kartu Jakarta Sehat (KJS). Namun, mereka mengaku merasa terbebani oleh sistem Indonesia Case Basic Group's (INA-CBG's) yang dijalankan.

"Awal April kami kirim surat ke Dinkes bahwa kami tidak sanggup memberikan layanan dengan tarif INA-CBG's. Rata-rata yang di-cover hanya 30 persen dari biaya kami keluarkan. Sementara pasien KJS sebagian besar yang kami tangani critical care," ujar Wakil Direktur Utama RS MH Thamrin Salemba, Abdul Barry Radjak.

Hal itu dikatakan Barry dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi E DPRD DKI Jakarta di ruang rapat DPRD DKI Jakarta, Kamis (23/5). Ke-16 pemimpin rumah sakit hadir dalam rapat tersebut.

Advertisement

Barry mengungkapkan perawatan yang dilakukan pihaknya belum sesuai dengan biaya sebenarnya (real cost) yang dikeluarkan.

Sementara itu, Dirut Rumah Sakit Admira Chairulsjah Sjahruddin menyatakan, alasannya untuk mundur dari KJS seperti rumah sakit lainnya, yakni permasalahan sistem INA-CBG's.

"Kami sangat mendukung KJS. Sejak 26 januari 2012, kita sudah layani SKTM, cukup banyak, ratusan. Pada saat diubah jadi sistem INA-CBG's. Kami sebenarnya tidak mundur. Kami sudah kirim surat ke Dinkes di awal, yaitu menyatakan bersedia berpartisipasi, namun dengan syarat," ungkapnya.

Advertisement

Syarat tersebut, lanjut Chairulsjah, adalah permasalahan dalam INA-CBG's yang harus diselesaikan.

"Kami juga katakan sebaiknya kesepakatan kerjasama antara Pemrov dengan rumah sakit, ada MoU sehingga hak dan tanggung jawab bisa dipertanggungjawabkan terhadap semua mahzab," tuturnya.

Dia menegaskan, Rumah Sakit Admira tidak pernah menulis tidak masuk dalam sistem INA-CBG's. "Implementasi sistem itu memang tidak mudah. Saat ini Admira punya 5 clinical pathway. Makanya tidak bisa ujug-ujug, tiba-tiba ada INA-CBG's. Ini bingung saya bagaimana penyusunannya," katanya.

Selain dua rumah sakit tersebut, 14 rumah sakit lainnya yang hanya menyatakan mundur secara lisan, juga menyatakan alasan yang sama mengenai keberatannya terhadap sistem INA-CBG's.

Sistem Indonesia Case Basic Group's (INA-CBG's) adalah sistem aplikasi klaim bagi pasien miskin di RS dan Puskesmas.

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.